RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menggelar mutasi besar-besaran menjelang pergantian tahun. Sebanyak 155 pejabat struktural mulai eselon II hingga IV, serta pejabat fungsional resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya dalam prosesi yang digelar di Gedung Menara Wijaya Sukoharjo, Rabu malam (31/12).
Mutasi kali ini menyentuh berbagai lini strategis birokrasi. Sebanyak 11 pejabat eselon II menempati posisi baru, disusul 40 pejabat eselon III dan 66 pejabat eselon IV yang dilantik secara serentak. Selain itu, pergeseran juga menyasar 38 pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Sukoharjo.
Tidak hanya itu, delapan organisasi perangkat daerah (OPD) mengalami pergantian pucuk pimpinan. Roda mutasi juga berputar hingga ke wilayah kecamatan. Setidaknya tiga camat berganti, masing-masing di Kecamatan Gatak, Sukoharjo, dan Polokarto.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani menegaskan, mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan daerah. Menurutnya, arah kebijakan dan pembangunan daerah harus ditopang oleh pejabat yang memiliki kompetensi serta integritas tinggi.
“Kebijakan dan arah pembangunan ditopang pejabat yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi di bidangnya. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa pejabat yang dilantik bisa segera bekerja untuk meningkatkan pelayanan yang berorientasi pada masyarakat,” tegas Etik dalam sambutannya.
Etik juga mengingatkan bahwa tantangan dan beban kerja ke depan tidak semakin ringan. Justru sebaliknya, tuntutan pelayanan publik dan percepatan pembangunan akan semakin kompleks. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tugas barunya.
Orang nomor satu di Sukoharjo itu menekankan pentingnya sinergi aparatur sipil negara (ASN) dengan seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor kehidupan.
“Saya ingin para pejabat yang dilantik bekerja dan terus bekerja. Profesional, jujur, dan loyal demi pembangunan daerah serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Etik.
Namun demikian, mutasi kali ini masih menyisakan sejumlah jabatan strategis yang kosong. Di antaranya Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, menyusul mutasinya Setyo Aji Nugroho ke posisi Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.
Selain itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lanjar Budi Wahono dimutasi menjadi staf ahli, sementara Direktur RSUD Ir Soekarno Yunia Wahdiyati kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto