Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Guru SD Negeri Di Nguter Sukoharjo Sering Bolos Mengajar, Alasan Disdikbud Rajin Blusukan Dadakan Ke Sekolah-Sekolah

Iwan Kawul • Kamis, 15 Januari 2026 | 17:05 WIB

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo sidak di salah satu SD negeri di Kecamatan Nguter, belum lama ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo sidak di salah satu SD negeri di Kecamatan Nguter, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo tegaskan komitmen untuk benahi kualitas pendidikan di sekolah negeri, khususnya jenjang SD dan SMP. Menyusul temuan guru membolos saat jam mengajar.

Laporan yang masuk, seorang guru kelas II salah satu SD negeri di Desa Kepuh, Kecamatan Nguter sering bolos mengajar. Laporan ini ditindaklanjuti dengan sidak langsung ke sekolah setempat.

“Ada laporan guru tersebut sering tidak masuk kelas, hanya memberi tugas, lalu ditinggal. Kebetulan saat kami ke sana, guru bersangkutan memang tidak ada di tempat,” kata Havid, Kamis (15/1).

Meski terbukti sering bolos, belum ada sanksi yang dijatuhkan. Sebab kepala sekolah setempat berjanji akan melakukan pembenahan internal. Sebagai ganti, disdikbud akan rutin pantauan ke lapangan, agar kejadian serupa tidak terulang.

Pantauan yang dimaksud, berupa blusukan atau inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah-sekolah. Sidak digelar tanpa pemberitahuan, dengan fokus kedisiplinan guru saat jam kerja.

“Kami akan keliling. Nanti sidak tanpa pemberitahuan. Guru-guru yang keluyuran di jam kerja akan kami data. Siapa pun itu, langsung kami panggil. Kami bina,” tegas Havid.

Saknsi tegas menurut Havid, dijatuhkan apabila pelanggaran terus berulang. Bisa berupa penindakan administratif, hingga penurunan angka kredit guru.

Selain itu, disdikbud juga memanfaatkan blusukan untuk penguatan karakter siswa. Havid menilai, pendidikan karakter merupakan fondasi penting agar pembelajaran berjalan optimal.

“Penguatan karakter ini penting agar anak-anak memiliki sikap yang baik dan karakter kuat. Kalau karakternya baik, insya Allah pemenuhan kegiatan pendidikan keilmuannya juga akan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Havid mengakui adanya penurunan kualitas pendidikan di Kota Makmur. Ditandai menurunnya jumlah murid SD dan SMP negeri.

“Saya tidak ingin sekolah negeri terus menurun. Fakta di lapangan, jumlah murid SD dan SMP negeri bukan bertambah, tetapi justru berkurang dari waktu ke waktu,” ujar Havid.

Menurut Havid, persoalan utama bukan pada infrastruktur. Melainkan kualitas tenaga pendidik.

“Infrastruktur sekolah jangan dijadikan alasan. Orang tua menyekolahkan anaknya ke swasta, salah satu alasannya karena melihat kualitas tenaga pendidiknya lebih baik. Ini yang harus diperbaiki di sekolah negeri,” tegasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#disdikbud sukoharjo blusukan ke sekolah #guru sd di nguter sukoharjo sering bolos #Kepala disdikbud sukoharjo havid danang purnomo widodo #disdikbud sukoharjo sidak ke sekolah