Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jalanan Di Polokarto Sukoharjo Gelap Gulita, Warga Sambat Gubernur Jateng

Iwan Kawul • Jumat, 16 Januari 2026 | 08:57 WIB
Ilustrasi kondisi jalan di Polokarto, Sukoharjo yang gelap karena minim lampu penerangan.
Ilustrasi kondisi jalan di Polokarto, Sukoharjo yang gelap karena minim lampu penerangan.

RADARSOLO.COM – Minimnya lampu penerangan halan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan kabupaten di Kecamatan Polokarto, Sukoharjo memicu keresahan warga. Kondisi jalan yang gelap pada malam hari dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Keluhan itu bahkan mendorong warga melaporkannya langsung melalui kanal khusus aduan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Kepala Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto Hartono mengatakan, salah satu ruas jalan yang paling sering dikeluhkan warganya adalah Jalan Telukan (Grogol) hingga Ngombakan (Polokarto) yang dikenal sebagai Jalan Ciu. Jalan tersebut menjadi akses utama aktivitas masyarakat, namun minim penerangan saat malam hari.

“Kalau malam kondisinya gelap. Karena sudah lama dikeluhkan dan belum tertangani maksimal, warga akhirnya melaporkan langsung ke kanal aduan gubernur Jawa Tengah,” ujar Hartono, Jumat (16/1/2026).

Keluhan serupa disampaikan Andri Eka, warga Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto. Ia menyoroti kondisi ruas jalan kabupaten Mulur (Bendosari)–Sidan (Mojolaban) yang juga minim PJU. Menurutnya, kondisi gelap sering memicu kecelakaan lalu lintas.

“Kalau malam rawan kecelakaan. Padahal jalan ini ramai dan menjadi penghubung antarwilayah,” katanya.

Ruas jalan Mulur–Sidan sendiri melintasi sejumlah desa di wilayah Polokarto, antara lain Desa Kenokorejo, Kemasan, Godog, Mranggen, Wonorejo, hingga Jatisobo. Ruas jalan ini di beberapa titik juga bergelombang. Dengan intensitas lalu lintas yang cukup tinggi, keberadaan PJU dinilai sebagai kebutuhan mendesak demi keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Toni Sri Buntoro menjelaskan, bahwa pemerintah daerah telah melakukan pemasangan PJU secara bertahap. Pada tahun 2025, di ruas jalan Telukan hingga Karangwuni telah terpasang sembilan titik PJU.

“Ke depan, kami rencanakan penambahan PJU melalui APBD Perubahan 2026,” jelasnya.

Selain itu, Toni mengungkapkan bahwa pada 2026 Pemkab Sukoharjo telah menyiapkan program pemasangan PJU di 20 ruas jalan kabupaten, masing-masing sebanyak 15 unit.

Adapun ruas jalan yang masuk dalam rencana pemasangan PJU tahun 2026 meliputi Jl. Sidan–Mulur, Jl. Telukan–Ngombakan, Jl. Trangsang–Ngemplak, Jl. Majasto–Blerong, Jl. Gembongan–Ngabeyan, Jl. Grogol–Tegalsari, Jl. Kunden–Ngasinan, Jl. Ngemplak–Kartasura, Jl. Plumbon–Demakan, Jl. Stasiun Gawok–Makam Haji, Jl. Carikan–Bulakan, Jl. Pengkol–Tanjungrejo, Jl. Dompilan–Cendono, Jl. Kranggan–Ngabeyan, Jl. Wirun–Palur, Jl. Ngaglik–Sonorejo, Jl. Weru–Tegalsari, Jl. Grajegan–Kedungjambal, Jl. Bulu–Lengking, serta Jl. Mulur–Bancaan.

Ia menegaskan, pemasangan PJU menjadi bagian penting dari upaya menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat saat beraktivitas pada malam hari. Program Terangi Jalanku merupakan salah satu inovasi andalan Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik.

Sejak diluncurkan, program ini fokus memeratakan penerangan jalan terutama di wilayah pedesaan yang selama ini minim lampu dan memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi.

Sepanjang 2025, Pemkab Sukoharjo telah memasang ratusan LPJU di berbagai ruas penghubung antarwilayah. Pemasangan merujuk kondisi lapangan sekaligus aspirasi warga yang banyak mengusulkan titik-titik jalan yang perlu segera diterangi.

Melihat tingginya manfaat yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha, pemkab memastikan keberlanjutan program pada 2026.

“Pemasangan lampu penerangan jalan umum juga sudah masuk dalam 10 program prioritas pembangunan 2026," katanya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Jalan di polokarto minim pju #Jalan gelap warga polokarto sambat gubernur