RADARSOLO.COM – Pabrik pengolahan sampah plastik jenis PET milik BUMDes Mulur resmi beroperasi sejak awal Januari 2026. Meski sudah berjalan, proses produksi masih dilakukan secara bertahap.
Saat ini fokus utama pabrik diarahkan pada pelatihan karyawan, sekaligus penyesuaian ritme kerja agar target produksi dapat tercapai secara optimal.
Direktur BUMDes Mulur Adi Prihananto menjelaskan, tahap awal operasional menjadi fase penting untuk memastikan seluruh sumber daya manusia memahami alur kerja, standar kualitas, hingga keselamatan produksi. Menurutnya, target produksi sebesar 100 ton per bulan belum bisa langsung dipenuhi dalam waktu singkat.
“Awal Januari ini pabrik sudah mulai beroperasi, namun masih dalam proses training karyawan dan mencari ritme produksi yang pas. Karena itu, pemenuhan target masih dilakukan secara bertahap,” ujar Adi, Senin (19/1).
Ia optimistis, seiring meningkatnya keterampilan karyawan dan semakin stabilnya proses produksi, target tersebut dapat tercapai dalam waktu dekat. Harapannya, pada bulan ketiga operasional, kapasitas produksi sudah berjalan sesuai rencana.
“Semoga di bulan ketiga nanti sudah bisa sesuai dengan target produksi 100 ton per bulan,” tambahnya.
Keberadaan pabrik pengolahan botol plastik PET ini menjadi program unggulan Desa Mulur dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Selain bertujuan mengurangi permasalahan sampah plastik, program ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan desa. Bahkan, BUMDes Mulur menargetkan unit usaha ini dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain.
Dalam menjalankan program tersebut, BUMDes Mulur menggandeng PT Sekawan Bersih Barokah sebagai investor. Adi menjelaskan, kerja sama ini dibangun dengan pembagian peran yang jelas antara kedua belah pihak.
“Investor berperan sebagai penyedia fasilitas, sementara BUMDes Mulur menjadi pengelola dan pelaksana di lapangan,” jelasnya.
Nilai investasi awal dalam kerja sama ini mencapai Rp 2,2 miliar dengan jangka waktu lima tahun. Dengan target produksi 100 ton per bulan, pasokan bahan baku akan mengandalkan jaringan pengepul sampah plastik dari seluruh wilayah Solo Raya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto