Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Polres Sukoharjo Kembali Menggelar Forum Belajar Bersama, Kali Ini Bahas Isu Keamanan Global

Iwan Kawul • Selasa, 20 Januari 2026 | 17:33 WIB

 

Forum belajar bersama terkait isu keamanan global di Mapolres Sukoharjo, Selasa (20/1).
Forum belajar bersama terkait isu keamanan global di Mapolres Sukoharjo, Selasa (20/1).

RADARSOLO.COM – Jajaran Polres Sukoharjo kembali mnggelar Forum Belajar Bersama (FBB), Selasa (20/1). Kali ini tema yang diangkat yakni “Global Risk 2026: Dunia dalam Age of Competition”.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menegaskan, kompetisi global yang diwarnai ketegangan geopolitik, instabilitas ekonomi, serta masifnya arus informasi digital berisiko menciptakan efek domino di daerah.

Menurut Anggaito, Polri tidak bisa lagi memandang risiko global sebagai urusan negara besar. Karena dampaknya bisa berujung pada peningkatan kerawanan sosial di masyarakat.

“Di era kompetisi global yang semakin kompleks, anggota Polri dituntut memiliki pola pikir yang adaptif, strategis, serta berwawasan global. Pemahaman terhadap risiko global menjadi bekal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional dan presisi,” ungkap Anggaito.

FBB menghadirkan Yohanes William Santoso sebagai pemateri. Yohanes menyebut dunia memasuki fase age of competition. Ditandai melemahnya tatanan global dan meningkatnya politik kepentingan sempit antarnegara.

Kondisi ini memicu konfrontasi geoekonomi, fragmentasi teknologi, serta meluasnya disinformasi yang kerap dimanfaatkan untuk membangun narasi konflik di ruang publik. Salah satu risiko paling berbahaya, yakni disinformasi yang dikombinasikan dengan polarisasi sosial.

“Ketidakstabilan ekonomi global, konflik geopolitik, kejahatan siber, serta disinformasi berpotensi menimbulkan keresahan sosial hingga meningkatnya kriminalitas. Maka akan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi,” beber Yohanes. 

Selain itu, perubahan iklim dan cuaca ekstrem juga dipandang sebagai ancaman serius yang kerap diabaikan. Bencana alam, krisis pangan, dan gangguan distribusi akibat faktor iklim berpotensi memperbesar ketimpangan sosial serta memicu konflik horizontal apabila tidak dikelola dengan baik.

Dalam diskusi, ditegaskan bahwa Polri menghadapi tantangan ganda: menjaga stabilitas keamanan sekaligus beradaptasi dengan kompleksitas ancaman non-tradisional. Pendekatan reaktif dinilai tidak lagi memadai.

Diperlukan penguatan deteksi dini, kemampuan analisis risiko, serta sinergi lintas sektor agar potensi gangguan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi krisis.

Semntara itu, FBB menjadi ruang refleksi bahwa penguatan wawasan global bagi personel Polri bukan sekadar peningkatan kapasitas intelektual, melainkan kebutuhan strategis untuk membaca ancaman masa depan yang semakin cair dan sulit diprediksi.

Dengan pemahaman tersebut, Polres Sukoharjo diharapkan mampu merespons tantangan global secara kontekstual, tepat, dan berpihak pada kepentingan keamanan masyarakat. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Fbb polres sukoharjo #Forum belajar bersama polres sukoharjo