Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tiga Guru SMP Negeri Di Mojolaban Dipanggil Disdikbud, Klarifikasi Berujung Tanda Tangan Surat Meterai

Iwan Kawul • Kamis, 22 Januari 2026 | 17:02 WIB

 

Kepala Disdikbud Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo panggil tiga guru SMP, Kamis (22/1).
Kepala Disdikbud Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo panggil tiga guru SMP, Kamis (22/1).

RADARSOLO.COM – Tak hanya gertak sambal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo panggil tiga guru salah satu SMP negeri di Mojolaban, Kamis (22/1). Dua guru laki-laki dan seorang perempuan ini dipanggil gara-gara bolos mengajar, saat Kepala Disdikbud Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo sidak ke sekolah mereka, belum lama ini.

Sebagai catatan, guru yang dipanggil masing-masing mata pelajaran (mapel) IPA dan PJOK, plus seorang guru tidak tetap. Dihadapan Havid, ketiganya menjalani klarifikasi dan mengakui kesalahannya.

“Setelah kami panggil dan klarifikasi, ada alasan yang disampaikan. Seorang guru mengaku sedang periksa kesehatan. Namun apa pun alasannya, meninggalkan kelas saat jam pelajaran tetap tidak dibenarkan. Lalu saya minta menyertakan surat keterangan dokter,” tegas Havid.

Beruntung, ketiganya lolos dari sanksi berat. Sebagai bentuk penegakan disiplin, mereka hanya diminta membuat surat pernyataan bermeterai. Dalam surat tersebut, mereka menyatakan tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari. Serta siap menerima sanksi jika kembali melanggar.

“Saya minta langsung, hari ini (kemarin) juga membuat surat pernyataan. Ditandatangani di atas meterai. Ini sebagai komitmen dan pengingat, bahwa disiplin guru adalah kunci utama pembentukan karakter siswa,” imbuh Havid.

Havid menegaskan, guru bolos saat jam pelajaran bukan persoalan sepele. Menurutnya, perilaku tersebut bisa memicu siswa untuk membolos, berkeliaran di luar sekolah, bahkan terjerumus perilaku negatif.

“Kami tidak bisa menuntut siswa disiplin, kalau gurunya justru memberi contoh yang tidak baik. Ini harus menjadi pelajaran serius bagi semua pendidik,” bebernya.

Mengantisipasi kejadian serupa, disdikbud bakal memperketat pengawasan. Bahkan sanksi berat menanti.

“Sudah saya sampaikan, kalau ada keperluan kan bisa izin kepala sekolah. Saya nggak mau ada kelas kosong. Jadi, misalnya ada yang izin, kan ada guru pengganti,” jelas Havid. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#guru smp negeri mojolaban sukoharjo bolos #Kepala disdikbud sukoharjo havid danang purnomo widodo #disdikbud sukoharjo #guru bolos mengajar