RADARSOLO.COM – Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sukoharjo bersiap mengarahkan pengembangan pelatihan ke sektor kendaraan listrik. Seiring meningkatnya tren penggunaan kendaraan listrik, serta terbatasnya tenaga teknisi yang berkompeten di daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo Setyo Aji Nugroho menyebut, animo masyarakat dalam mengikuti pelatihan di BLK cukup tinggi. Bahkan, sejumlah lembaga pelatihan sudah mengajukan kerja sama. Termasuk membuka peluang kolaborasi dengan sekolah menengah kejuruan (SMK).
“Kami sudah membuka ruang untuk SMK. Ketika nanti ada pelatihan, bisa bersinergi dengan BLK. Karena fasilitas yang kami miliki cukup memadai,” jelas Setyo.
Saat ini, BLK Sukoharjo memiliki sejumlah fasilitas pelatihan. Mulai dari pengelasan, permesinan, hingga menjahit. Selain itu, peluang pengembangan pelatihan multimedia juga terbuka untuk dikolaborasikan dengan sekolah. Khususnya SMK yang memiliki jurusan teknik mesin maupun bidang lain yang relevan.
Menurut Setyo Aji, keunggulan BLK terletak pada ketersediaan peralatan praktik yang lebih proporsional. Jika di sekolah satu alat praktik bisa digunakan hingga 10-15 siswa, di BLK satu alat bisa dimanfaatkan dua peserta. Sehingga efektivitas dan keterampilan yang diperoleh lebih maksimal.
Namun, hingga saat ini BLK belum memiliki peralatan khusus untuk reparasi mobil maupun motor listrik. Padahal tren kendaraan listrik terus meningkat. Sedangkan keberadaan teknisi di bidang tersebut masih terbatas.
“Sekarang ini kan trennya kendaraan listrik. Sepertinya di Sukoharjo masih kurang teknisi kendaraan listrik. Ke depan, ini menjadi perhatian kami dan BLK,” tegasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto