RADARSOLO.COM – Panen tebu di Sukoharjo pada 2025 cukup menggembirakan.
Tak mengherankan Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) RI Abdul Roni Angkat pasang target tinggi di 2026.
Saat kunjungan ke lahan tebu di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, Jumat (13/2), ia optimistis target panen 70-80 ton tebu per hektare di Sukoharjo pada 2026 tercapai.
Di sisi lain, Sukoharjo siap menjadi raja tebu di Jawa Tengah maupun nasional.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo Bagas Windaryatno yang mendampingi Abdul Roni mengaku, program tebu di 2025 berjalan lancar. Meski sempat terkendala distribusi bibit.
“Kemarin untuk 2025, Alhamdulillah lancar. Jadi, memang ada dinamika ketika pengiriman bibit. Namun secara lokal sudah bisa diselesaikan dengan penyedia,” jelas Bagas.
Bagas menambahkan, pada 2025 realisasi program bongkar raton mencapai 166,5 hektare. Sementara untuk 2026, target areal program bongkar raton ditetapkan 257 hektare.
Menurut Bagas, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan capaian tersebut.
“Kemudian untuk selanjutnya, kami mohon support agar mampu mengangkat capaian,” imbuh Bagas.
Pada kesempatan ini, Abdul Roni mengapresiasi capaian Sukoharjo di 2025. Meski waktu pelaksanaan relatif singkat dan mendadak, Sukoharjo terbukti memberi kontribusi cukup baik.
Ia berharap produktivitas tebu di Sukoharjo terus ditingkatkan hingga 70–80 ton per hektare. Sehingga target swasembada gula nasional yang dicanangkan Presiden pada 2026 tercapai.
“Melihat progres pertumbuhan tanaman yang ada, kami optimistis Sukoharjo bisa mencapai target,” tegasnya.
Abdul Roni juga menanyakan kesiapan pupuk subsidi ZA bagi petani tebu pada 2026. Juga memastikan seluruh petani tebu terdata dalam sistem E-RDKK, dan siap melakukan penebusan pupuk subsidi.
“Program bongkar raton maupun petani tebu yang lain, semuanya sudah terekam di E-RDKK dan sudah siap untuk penebusan pupuk subsidi ZA untuk tanaman tebu. Ini sudah terkaver semua,” jelasnya.
Abdul Roni berharap petani benar-benar memanfaatkan program pemerintah secara optimal demi mewujudkan swasembada gula pada 2026.
Ia juga memberikan apresiasi atas kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah dan para stakeholder di Sukoharjo.
“Dukungan kolaborasi pemerintah daerah, baik bupati maupun forkopimda sudah terekam di Kementerian Pertanian. Di Sukoharjo dukungan kolaborasinya sangat baik,” pujinya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto