RADARSOLO.COM – Pengendara sepeda motor harus selalu memerhatikan faktor safety riding.
Entah itu saat berkendara harian atau touring, maupun saat menempuh jarak jauh maupun pendek.
Karena abai dan kelalaian di jalan bisa meningkatkan risiko fatalitas hingga kehilangan nyawa.
Kelalaian paling sederhana namun sering dilakukan, yakni lupa menaikkan standar saat mengendarai sepeda motor.
Ketika standar menyentuh aspal saat berbelok atau tersangkut polisi tidur, akan mengurangi keseimbangan berkendara hingga berujung kecelakaan.
Nah, nasib sial lupa menaikkan standar dialami Siswanto, 80,warga Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo Kota.
Akibat kekonyolan itu, motor milik korban tercebur ke sungai di Dusun Bangunsari, Gayam, Selasa pagi (10/3).
Gara-garanya standar motor yang lupa dinaikkan, tersangkut landasan jembatan dari anyaman bambu.
Beruntung, petugas Damkar Satpol PP Kabupaten Sukoharjo sigap mengevakuasi motor tersebut.
Peristiwa ini bermula sekira pukul 09.50 WIB. Warga sekitar Saiful Bahri melaporkan motor milik Siswanto tercebur ke sungai di dekat RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono mengatakan, laporan dari warga langsung ditindaklanjuti.
“Ini termasuk kategori urban rescue, walaupun yang diselamatkan bukan kucing atau ular, tapi motor yang lagi pengin mandi di sungai,” ujar Margono.
Tim Damkar tiba di lokasi sekira pukul 09.56 WIB, dengan membawa satu unit kendaraan Damkar 06 serta peralatan evakuasi seperti APD personal dan box webbing.
Empat personel diterjunkan dalam operasi kecil tersebut, yakni Ismail, Ghofur, Yoni, dan M Fauzi.
Menurut Margono, proses evakuasi berlangsung cukup cepat.
Petugas harus turun langsung ke aliran sungai yang airnya keruh untuk menarik motor ke pinggir menggunakan teknik pengamanan tali.
“Motor berhasil kami evakuasi dari sungai dalam kondisi masih utuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, kejadian seperti ini memang jarang terjadi, namun bisa menjadi pengingat bagi pengendara untuk lebih berhati-hati.
Terutama saat melintas di jembatan sempit atau jembatan darurat yang terbuat dari bambu.
“Pelajarannya sederhana, sebelum jalan pastikan standar sudah dinaikkan. Kalau tidak, bukan cuma motor yang berhenti, tapi bisa-bisa langsung turun kelas jadi kapal selam,” candanya.
Margono juga mengapresiasi kepedulian warga yang segera melaporkan kejadian tersebut sehingga proses evakuasi bisa dilakukan dengan cepat.
“Kami siap membantu masyarakat dalam berbagai kondisi, mulai dari kebakaran, evakuasi hewan, sampai motor yang masuk sungai," pungkasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto