RADARSOLO.COM – Tenaga pendidik dan kependidikan non-aparatur sipil negara (ASN) di Sukoharjo kini bisa tersenyum lega.
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mereka digelontor bantuan uang tunai dan beras.
Bantuan secara simbolis diserahkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani di Taman Budaya Suryani, kemarin (10/3).
Bantuan menyasar 1.573 guru non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo menjelaskan, bantuan ini bentuk apresiasi atas jasa mereka dalam meningkatkan layanan pendidikan.
“Pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN berkontribusi besar dalam mendukung jalannya roda pendidikan di daerah. Karena itu, pemkab memberikan perhatian dan dukungan agar mereka tetap semangat menjalankan tugasnya,” jelas havid.
Havid menambahkan, bantuan diserahkan kepada 724 guru jenjang PAUD dan TK, 660 guru jenjang SD, serta 189 guru jenjang SMP.
Tiap orang mendapatkan bantuan Rp 200 ribu, plus beras 10 kilogram (kg) setara Rp 140 ribu. Sedangkan total bantuan mencapai Rp 534.820.000.
Havid menambahkan, bantuan ini diharapkan meringankan beban ekonomi para penerima manfaat. Sekaligus meningkatkan motivasi mereka dalam bertugas di satuan pendidikan masing-masing.
“Melalui bantuan ini, kami berharap dapat menambah semangat para guru dan tenaga kependidikan non-ASN. Supaya mereka lebih giat dalam mengabdi dan memberikan layanan pendidikan terbaik kepada anak-anak,” ujar Havid.
Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani bangga akan dedikasi para penerima manfaat.
Menurutnya, guru berperan penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi anak-anak.
“Saya bangga dengan panjenengan semua. Meskipun berstatus non-ASN dan penghasilan yang tidak besar, tetapi semangat panjenengan dalam mendidik anak-anak sangat luar biasa,” puji Etik.
Etik berpesan agar para penerima manfaat terus menanamkan nilai-nilai budi pekerti, sopan santun, serta etika kepada anak didiknya sejak usia dini.
“Titip anak-anak agar diajari sopan santun, budi pekerti, dan etika supaya mereka bisa menghargai guru. Jangan sampai anak-anak tidak tahu sopan santun dan tidak tahu etika,” pesannya.
Menurut Etik, pendidikan karakter menjadi tugas penting bagi para pendidik.
Terutama di jenjang PAUD dan TK, karena nilai-nilai tersebut harus ditanamkan sejak usia dini.
“Sekarang budi pekerti mulai memudar. Karena itu, peran guru sangat penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai tersebut kepada anak-anak kita,” tandasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto