RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo perketat pengelolaan limbah rumah tangga dan sisa konsumsi, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Diperkuat terbitnya Surat Edaran (SE) Sekretariat Daerah (Sekda) Nomor 600.4/3/Tahun 2026.
Pemkab Sukoharji menyerukan gerakan mudik dan Lebaran minim sampah ke seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu juga digencarkan sosialisasi di media sosial (medsos) via #MudikMinimSampah2026 dan #LebaranMinimSampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo Agus Suprapto menjelaskan, lonjakan volume sampah merupakan konsekuensi tak terelakkan saat momentum Ramadan dan Lebaran tiba.
Kendati demikian, sampah yang menggunung bisa ditekan lewat kesadaran kolektif dari masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat, baik pemudik maupun warga lokal, biasakan membawa peralatan makan dan minum sendiri. Siapkan tas belanja ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik,” kata Agus, Rabu (18/3).
Agus menambahkan, sampah usai salat Id tak luput dari sorotan. Terutama penggunaan kadus, plastik, atau koran bekas untuk alas.
Sesuai SE sekda, tiap wilayah diimbau membentuk satgas khusus kebersihan.
“Kami meminta jamaah membawa alas sujud atau sajadah sendiri dari rumah. Tidak meninggalkan koran bekas atau alas plastik di lokasi salat. Jika terpaksa pakai tisu, pastikan dibuang di tempat sampah,” pesan Agus.
Sebagai langkah percepatan, sekda telah menginstruksikan seluruh camat di Kota Makmur agar ikut mengedukasi wilayah masing-masing.
Termasuk sosialisasi #MudikMinimSampah2026 dan #LebaranMinimSampah yang digencarkan di media sosial (medsos).
“Kami akan mengawasi penanganan sampah di jalur-jalur mudik dan daerah penyangga. Harapannya, Lebaran tahun ini jadi momentum untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,” beber Agus. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto