RADARSOLO.COM – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI)Sukoharjo mengalami penurunan signifikan, usai momentum Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Kondisi ini dipicu menurunnya jumlah pedonor, sementara kebutuhan darah di rumah sakit tetap tinggi.
Ketua PMI Sukoharjo dr. Kunari Mahanani mengatakan, periode setelah Lebaran memang kerap menjadi masa rawan kekurangan stok darah.
Hal tersebut terjadi karena aktivitas donor darah belum kembali normal.
“Setelah Idul Fitri, stok darah kami mengalami penurunan. Banyak pendonor yang masih dalam suasana libur, sementara kebutuhan darah untuk pasien tetap berjalan bahkan cenderung meningkat,” ujarnya, Sabtu (29/3).
INFO STOK DARAH PMI SUKOHARJO
Per 28 Maret 2026 pukuk 17.09 WIB
WB (Whole Blood)
A: 0 | B: 3 | O: 0 | AB: 7
Total: 10 kantong
PRC (Packed Red Cell)
A: 0 | B: 1 | O: 0 | AB: 14
Total: 15 kantong
TC (Trombocyte Concentrate)
A: 10 | B: 6 | O: 5 | AB: 6
Total: 27 kantong
LP (Liquid Plasma)
A: 2 | B: 1 | O: 1 | AB: 0
Total: 4 kantong
Menurut Kunari, kondisi ini perlu segera diantisipasi dengan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk donor darah.
Pasalnya, stok darah sangat vital untuk kebutuhan pasien, mulai dari operasi, kecelakaan, hingga penderita penyakit tertentu.
“Stok darah harus selalu tersedia dalam jumlah cukup. Kami mengajak masyarakat yang memenuhi syarat untuk segera donor, karena satu kantong darah sangat berarti bagi keselamatan pasien,” tambahnya.
PMI Sukoharjo membuka layanan donor darah selama 24 jam di kantor PMI yang berlokasi di Jalan Rajawali, Joho, Sukoharjo.
Baca Juga: Sejarah Makam Kyai Langsur Sukoharjo, Tradisi Pengantin Keliling Makam Dan Larangan Pelihara Sapi
Masyarakat dapat datang langsung tanpa harus menunggu kegiatan donor darah masal.
Selain itu, PMI juga memastikan seluruh proses donor dilakukan sesuai standar kesehatan, sehingga aman dan nyaman bagi para pendonor.
“Donor darah itu aman dan menyehatkan. Kami pastikan prosedur dilakukan secara profesional, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Kunari.
PMI berharap kesadaran masyarakat untuk rutin mendonorkan darah dapat terus meningkat, terutama pada periode pasca Lebaran yang rawan kekurangan stok.
“Kami sangat membutuhkan kepedulian masyarakat. Bantuan kecil ini bisa menyelamatkan banyak nyawa,” benernya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto