RADARSOLO.COM – Produksi jagung pakan di Kabupaten Sukoharjo menunjukkan hasil menggembirakan. Buktinya, panen raya di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Selasa (31/3), menghasilkan 10-12 ton per hektare dalam bentuk tongkol.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, jagung pakan dipanen di lahan seluas 8 hektare milik swasta, yang dimanfaatkan para petani setempat. Hasil tersebut dinilai cukup optimal dan berpotensi terus ditingkatkan.
“Kalau ditimbang dalam bentuk tongkol, bisa mencapai 10-12 ton per hektare. Sedangkan untuk jagung pipil keringnya, berat total sekira 7 ton per hektare,” jelas Bagas.
Menurut Bagas, jagung yang dipanen untuk kebutuhan industri pakan ternak. Komoditas ini dinilai memiliki prospek pasar yang lebih stabil dibandingkan jagung konsumsi.
“Di Sukoharjo banyak petani yang fokus ke jagung pakan. Karena kalau jagung untuk konsumsi, syaratnya lebih banyak. Sementara jagung pakan permintaannya tinggi dan pasarnya relatif stabil,” bebernya.
Bagas menambahkan, pengembangan jagung pakan, merupakan upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Sejalan dengan program Presiden RI Prabowo Subiyanto, yang mendorong peningkatan produksi komoditas strategis, termasuk jagung.
“Atas petunjuk Bupati Sukoharjo Ibu Etik Suryani, kami sangat mendukung penanaman jagung pakan ini sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan,” jelasnya.
Sementara itu, peningkatan produksi jagung membutuhkan perluasan lahan tanam. Dengan luasan yang lebih besar, produksi jagung di Kota Makmur diharapkan memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto