RADARSOLO.COM – Pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) sering terkendala server error, listrik byar pet, hingga jaringan internet lemot.
Mengantisipasi gangguan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo gencarkan pemantauan langsung ke satuan pendidikan.
Paling gres, Kepala Disdikbud Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo sambangi SMPN 1 dan SMPN 6, Rabu (8/4).
Sebagai catatan, TKA jenjang SMP di Kabupaten Sukoharjo diikuti 79 sekolah. Terdiri dari 41 SMP negeri dan 38 SMP swasta.
Total peserta mencapai 10.398 siswa. Rinciannya, 8.319 siswa SMP negeri dan 2.079 siswa swasta.
Havid menjelaskan, sidak digelar untuk memastikan kelancaran TKA bagi siswa SMP kelas IX tersebut. Havid juga menyebar tim untuk pengawasan di puluhan SMP lainnya. Termasuk melibatkan para pengawas sekolah.
“Hari ini (kemarin) kami ingin memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar sesuai ketentuan. Dari hasil pantauan, Alhamdulillah semuanya berjalan baik. Tidak ditemukan kendala berarti,” kata Havid.
Menurut Havid, kesiapan teknis menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan TKA.
Baca Juga: Jalan Solo–Sukoharjo Ambrol, Separuh Badan Jalan Tergerus
Disdikbud menekankan kepada seluruh penyelenggara di sekolah, agar benar-benar memastikan semua aspek pendukung memadai. Mulai dari jaringan internet hingga perangkat ujian, harus dalam kondisi optimal.
“Kami tidak ingin ada kesalahan teknis yang bisa merugikan siswa. Jaringan internet harus aman, perangkat harus siap, dan siswa harus sudah memahami alur pelaksanaan ujian,” tegasnya.
Selain faktor teknis, kesiapan mental siswa juga menjadi sorotan. Havid menilai pembekalan informasi sebelum ujian sangat penting, agar siswa lebih pede (percaya diri) dan mampu mengerjakan soal dengan maksimal.
Havid juga mendorong seluruh peserta TKA untuk bersungguh-sungguh dalam mengerjakan soal. Sebab hasil TKA menjadi salah satu bekal penting dalam menentukan langkah pendidikan mereka ke jenjang berikutnya.
“Anak-anak harus mengerjakan dengan maksimal. Ini bukan sekadar ujian, tapi juga bagian dari proses mereka menatap masa depan,” tambahnya.
Pada kesempatan ini, Havid memberi apresiasi khusus kepada siswa SMPN 6 Sukoharjo karena nilai TKA-nya baik. Ia menegaskan, lokasi sekolah bukan menjadi penghalang untuk berprestasi.
“Meski berada di pinggir kota, anak-anak harus tetap percaya diri. Kami sudah menyiapkan apresiasi berupa uang tunai, bagi siswa yang mampu meraih nilai terbaik tingkat kecamatan,” bebernya.
Melalui sidak ini, disdikbud berharap TKA berlangsung optimal, transparan, dan memberikan hasil terbaik bagi para siswa. Karena akan menjadi bekal untuk melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto