RADARSOLO.COM – Belum ada dampak signifikan terkait naiknya harga bahan baku plastik di Sukoharjo. Termasuk dampak terburuk berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) buruh pabrik plastik.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo Setyo Aji Nugroho memastikan, kondisi ketenagakerjaan di sektor industri plastik relatif aman. Meskipun tekanan biaya produksi meningkat, dampak naiknya harga bahan baku.
“Sementara belum ada laporan PHK. Memang, banyak perusahaan mengeluhkan harga bahan baku mahal dan stok terbatas. Sehingga ini berpengaruh pada produksi,” jelas Setyo, Kamis (9/4).
Menurut Setyo, lonjakan harga bahan baku memaksa sejumlah perusahaan melakukan penyesuaian. Terutama pada kapasitas produksi dan harga jual. Namun, perusahaan masih berupaya mempertahankan tenaga kerja yang ada.
Baca Juga: Ratusan ASN Sukoharjo Diambil Sumpah, Bupati Etik Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Sebagai catatan, di Kota Makmur terdapat 40 pabrik plastik yang memproduksi berbagai produk. mulai dari plastik kemasan, botol, hingga produk turunan lainnya. Industri ini menjadi salah satu sektor penting yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Puluhan pabrik ini menyerap sekira 5 ribu tenaga kerja. Ini yang terus kami pantau agar tetap stabil dan tidak sampai terjadi PHK,” imbuhnya.
Baca Juga: Tender Proyek Masjid Kartasura Dibuka, Nilai Kontrak Sentuh Rp 25 Miliar
Setyo menambahkan, disperinaker akan terus berkoordinasi dengan pelaku industri untuk memonitor perkembangan situasi. Terutama terkait dampak kenaikan harga bahan baku, terhadap keberlangsungan usaha dan tenaga kerja.
“Semoga kondisi ini segera stabil, sehingga aktivitas produksi kembali normal. Tidak menimbulkan gejolak di sektor ketenagakerjaan,” harapnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto