RADARSOLO.COM – Si jago merah mengamuk di SMPN 3 Tawangsari, Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Selasa sore (28/4). Api melalap gudang milik sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui sekira pukul 14.45. Saksi mata melihat kepulan asap dari bagian atap ruang gudang sekolah.
“Setelah dicek, api sudah membakar sebagian kerangka atap ruang gudang. Dugaan sementara berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke material atap,” ujar Havid.
Menurut Havid, material atap yang terbakar kemudian jatuh ke lantai gudang dan mengenai sejumlah benda mudah terbakar seperti tumpukan kayu bekas meja dan kursi serta ban bekas yang sebelumnya disiapkan untuk lomba taman sekolah.
Baca Juga: Siswa SD Geduruk Stasiun Sukoharjo Kota, Doakan Korban Tragedi KA Argo Bromo Dan KRL Di Bekasi Timur
Kondisi itu membuat api sempat membesar di area dalam ruangan.
Pihak sekolah kemudian segera melaporkan kejadian tersebut. Sekira 30 menit, dua armada pemadam kebakaran bersama tim tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya lokalisir api agar tidak merembet ke bangunan lain.
“Sekira pukul 15.30 api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi dapat dikendalikan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” lanjutnya.
Baca Juga: Keberangkatan Tiga Calon Jamaah Haji Sukoharjo Tertunda, Alami Gangguan Kesehatan Serius
Berdasarkan data sementara, kerugian akibat kebakaran diperkirakan sekira Rp 200 juta. Kerusakan utama terjadi pada struktur atap ruang gudang serta musnahnya sejumlah aset kayu bekas meja kursi dan material ban bekas.
Saat ini, tim inventaris sekolah masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan total kerugian secara rinci.
Sebagai tindak lanjut, Disdikbud Sukoharjo berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Selain itu, area gudang juga disterilkan agar tidak membahayakan siswa maupun warga sekolah lainnya.
Disdikbud juga menginstruksikan seluruh sekolah, khususnya yang memiliki bangunan lama, untuk melakukan audit instalasi listrik sebagai langkah antisipasi kejadian serupa.
“Kami meminta seluruh sekolah lebih waspada, terutama terhadap potensi kebakaran dari aktivitas pembakaran sampah maupun instalasi listrik yang sudah tua. Keselamatan siswa dan lingkungan sekolah harus menjadi prioritas utama,” tegas Havid. (kwl/nik)
Editor : fery ardi susanto