RADARSOLO.COM – Penyebab kebakaran gudang inventaris SMPN 3 Tawangsari di Kampung Ngaran, Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari, Selasa (28/4) sore mulai menemukan titik terang.
Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah, yang kemudian merembet ke gudang sekolah setempat.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono menjelaskan, laporan kebakaran diterima sekira pukul 15.05, dari pelapor bernama Maryana. Tim pemadam langsung bergerak empat menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 15.41 WIB.
“Objek yang terbakar adalah bangunan gudang inventaris sekolah. Dugaan sementara, api berasal dari bakar sampah yang kemudian merembet dan membakar bangunan gudang,” ujarnya.
Baca Juga: Gudang SMPN 3 Tawangsari Sukoharjo Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 200 Juta
Menurut Margono, luas area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 100 meter persegi. Bangunan yang terbakar mencapai sekitar 60 persen, sementara sekitar 30 persen lainnya masih berhasil diselamatkan petugas.
Damkar Sukoharjo mengerahkan satu unit armada pancar, satu unit suplai, serta bantuan water tank dari Kodim Sukoharjo. Total penggunaan air dalam proses pemadaman diperkirakan mencapai 15.000 liter.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 200 juta, dengan nilai aset keseluruhan sekitar Rp 250 juta.
Baca Juga: Siswa SD Geduruk Stasiun Sukoharjo Kota, Doakan Korban Tragedi KA Argo Bromo Dan KRL Di Bekasi Timur
Margono mengatakan, petugas sempat menghadapi kendala saat proses pemadaman karena banyak warga berkerumun untuk melihat langsung kejadian kebakaran di lingkungan sekolah tersebut.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terlebih saat ini mulai memasuki musim kemarau dengan kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang.
“Musim kemarau seperti sekarang sangat rawan memicu kebakaran. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah, karena api kecil bisa cepat membesar akibat angin dan cuaca panas. Lebih baik sampah dikelola dengan cara lain yang lebih aman,” tegasnya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, turut hadir unsur danramil, kapolsek, camat, disdikbud, kepala sekolah, lurah, PLN, relawan, serta warga sekitar. Setelah api berhasil dipadamkan, seluruh peralatan dan armada kembali dalam kondisi lengkap dan aman. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto