RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo bersiap menghadapi ancaman kekeringan ekstrem, dampak fenomena El Nino Godzilla.
Optimisme membuncah, setelah mendapat bantuan pompa air bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Salah satu titik pompa ditempatkan di areal persawahan Desa/Kecamatan Bulu.
Bantuan pompa tersebut ditinjau langsung Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Andi Nur Alam Syah, Kamis (30/4). Didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo Bagas Windaryatno.
Baca Juga: Sukoharjo Dijanjkan 50 Unit Pikap KDMP, Tapi Yang Datang Cuma Satu
Diperkirakan sekitar 6.000 hektare lahan pertanian di Sukoharjo berpotensi terdampak El Nino Godzilla apabila tidak dilakukan mitigasi lebih awal.
“Kalau kami tidak bergerak cepat, sekitar 6.000 hektare ini bisa terdampak. Alhamdulillah Pak Kadis menyanggupi bahwa lahan tersebut tidak akan terdampak, karena kesiapan mitigasi yang dilakukan,” kata Andi saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, kawasan pertanian di Desa Bulu menjadi salah satu titik prioritas karena memiliki potensi gangguan distribusi air ke lahan sawah.
Baca Juga: Wali Kota Solo Temui Bupati Sukoharjo, Respati: Politik Isih Suwe
Meski air di saluran primer dari bendungan masih tersedia, posisi ketinggian yang lebih rendah dari lahan pertanian membuat distribusi tidak bisa berjalan maksimal tanpa bantuan pompa.
“Di sini ada sekitar 400 hektare. Kalau tidak cepat disiapkan pompa, ini bisa bermasalah. Air masih ada, tetapi tidak bisa naik ke sawah tanpa bantuan pompa. Karena itu pompa harus segera dipasang,” jelasnya.
Andi menambahkan, Ditjen PSP saat ini menyebar tim ke tiga provinsi untuk mendistribusikan dan memasang pompa berukuran 3 inch, 4 inch, hingga 6 inch sebagai langkah awal penanganan sebelum pembangunan irigasi permanen dilakukan.
“Ini langkah awal untuk mengantisipasi lebih dini sebelum irigasi perpompaan permanen dibangun. Dalam satu bulan ini kami akan maksimalkan pemasangan pompa agar pertanaman tetap terjaga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Distankan Bagas Windaryatno mengatakan, pompa dipasang di lahan milik kelompok tani Bina Tani dan Marsudi Tani di Desa Bulu. Area tersebut termasuk kawasan rawan kekeringan dengan luas sekitar 35 hektare.
“Begitu teridentifikasi rawan kekeringan, kami langsung melaporkan ke Kementerian. Rabu (29/4) malam pompa langsung dipasang, dan Kamis pagi (30/4) sudah operasional untuk mengairi sawah,” beber Bagas.
Bagas menyebut langkah cepat tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau panjang.
Baca Juga: Desil 5 Dicoret dari PKH-BPNT, 22.327 KK Di Sukoharjo Tak Lagi Terima Bansos
Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengapresiasi dukungan Kementan dalam memperkuat kesiapan daerah menghadapi El Nino Godzilla.
“Insya Allah dengan dukungan dan support dari Kementerian Pertanian RI, pertanian Sukoharjo siap mengantisipasi apabila nanti terjadi kemarau yang ekstrem dan tidak akan mengganggu produksi,” jelasnya.
Etik berharap dukungan pusat terus berlanjut, agar Sukoharjo tetap menjadi daerah terdepan dalam swasembada pangan, khususnya produksi beras.
“Terima kasih Pak Dirjen, mohon support dan dukungannya,” tandasnya. (kwl/ferr)
Editor : fery ardi susanto