Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Serapan Gabah Dihargai Tinggi, Petani Polokarto Sukoharjo Syukuran Sedekah Bumi

Iwan Kawul • Jumat, 8 Mei 2026 | 14:17 WIB
Tradisi sedekah bumi menyambut paneb di persawahan Dusun Mlajon, Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jumat (8/5).(Iwan Kawul/Radar Solo)
Tradisi sedekah bumi menyambut paneb di persawahan Dusun Mlajon, Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jumat (8/5).(Iwan Kawul/Radar Solo)
 
RADARSOLO.COM – Hamparan sawah yang mulai menguning di Dusun Mlajon, Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo menjadi saksi rasa syukur para petani menyambut panen musim tanam (MT) 2, Jumat (8/5) pagi.
Bersyukurnya lagi, jerih payah mereka dihargai pemerintah karena harga gabah terbilang tinggi.
Rasa syukur tersebut diwujudkan dengan tradisi sedekah bumi di sebuah gardu tengah persawahan, dengan suasana guyub dan penuh kebersamaan.
Berbagai makanan tradisional, tumpeng, hingga hasil bumi ditata di atas tikar, lalu disantap bersama usai doa bersama dipanjatkan.
Baca Juga: Miris! SPMB 6 SDN Di Sukoharjo Kosong Pendaftar, Ratusan SDN Lainnya Sepi Peminat, Pendaftaran Diperpanjang
Dalam suasana sederhana itu, tampak para petani duduk melingkar bersama perangkat desa, penyuluh pertanian, hingga unsur TNI. Tradisi turun-temurun tersebut menjadi simbol rasa syukur atas hasil pertanian yang dinilai cukup baik pada musim tanam kali ini.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, sedekah bumi menjadi bagian budaya leluhur yang terus dijaga petani di Sukoharjo menjelang masa panen.
“Hari ini teman-teman petani di Mlajon, Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto mengadakan acara sedekah bumi untuk panen MT 2. Beberapa waktu lalu kita berupaya dan berusaha di sawah untuk mengupayakan tanaman kita. Alhamdulillah sekarang mulai merasakan hasil dari apa yang kita kerjakan beberapa waktu lalu,” ujar Bagas.
Baca Juga: Skandal Kredit Macet Rp 1,35 Triliun: Dua Bos Sritex Dihukum 14 Tahun dan 12 Tahun Penjara
Menurutnya, tradisi sedekah bumi bukan sekadar acara seremonial, melainkan bentuk rasa syukur petani atas hasil pertanian yang mulai dipanen.
Ia menyebut budaya tersebut telah diwariskan para leluhur dan masih terjaga kuat di kalangan petani Sukoharjo.
“Ini budaya leluhur kita yang selalu dilakukan nenek moyang menjelang panen dengan maksud sebagai wujud rasa syukur bahwa apa yang kita usahakan selama ini sudah menunjukkan hasil yang akan kita rasakan bersama. Petani Sukoharjo solid, sinergis, dan sukses,” katanya.
Bagas juga menyebut hasil panen MT 2 kali ini cukup bagus. Selain produksi yang baik, harga gabah di tingkat pedagang juga masih menguntungkan petani.
“Hasilnya bagus, harga di tingkat pedagang masih di atas Rp 7.000 per kilogram. Jadi gabah langsung dibeli pedagang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kemasan Agi Amarno mengatakan, panen MT 2 kali ini dilakukan di hamparan sawah Kelompok Tani Mulyo, Mlajon, dengan luas sekitar 20 hektare.
“Di Desa Kemasan ada tujuh kelompok tani. Hari ini panen di Kelompok Tani Mulyo, dan Sabtu besok Kelompok Tani Barokah juga mulai panen,” ujarnya.
Ia berharap hasil panen tahun ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani, terlebih harga gabah masih stabil. Tradisi sedekah bumi pun diharapkan terus menjadi perekat kebersamaan warga desa dan petani di tengah aktivitas pertanian yang terus berkembang. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto
#polokarto #Serapan Gabah #harga gabah #sukoharjo #sedekah bumi