Pendamping PKH Mulai Terjun Jaring Calon Murid Sekolah Rakyat, Peminat Di Sukoharjo Lumayan Tingggi
Iwan Kawul• Selasa, 12 Mei 2026 | 09:08 WIB
Ilustrasi monev proyek Sekolah Rakyat (SR) di Sukoharjo. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM – Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo mulai melakukan penjangkauan calon siswa untuk program Sekolah Rakyat (SR).
Penjangkauan dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), yang sejak Jumat (8/5) pekan lalu telah melakukan penyaringan data calon siswa dari daftar awal yang dikirim Kementerian Sosial (Kemensos).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo dr. Yunia Wahdiyati, Selasa (12/5), mengatakan, para pendamping PKH kini sudah memegang data calon siswa di masing-masing wilayah dampingan.
Bahkan sebagian keluarga juga sudah mulai menyampaikan minat untuk mengikuti program pendidikan berasrama tersebut.
“Mulai Jumat minggu lalu teman-teman Pendamping PKH sudah melakukan filter melalui prelist yang dikirim dari Kementerian Sosial. Saat ini data calon siswa sudah dipegang masing-masing pendamping PKH dan ada juga yang sudah menyampaikan peminatannya,” ujarnya.
Yunia menjelaskan tahapan berikutnya adalah melakukan wawancara mendalam dengan orang tua calon siswa. Wawancara tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan keluarga, mengingat konsep Sekolah Rakyat menggunakan sistem asrama.
“Nanti akan dilakukan wawancara mendalam dengan orang tua calon siswa. Bila mereka berminat, maka diminta menandatangani surat pernyataan yang mengizinkan putra-putrinya bersekolah asrama di Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Yunia mengaku optimistis kuota siswa Sekolah Rakyat di Sukoharjo dapat terpenuhi. Sebab antusiasme masyarakat mulai terlihat seiring proses sosialisasi dan penjangkauan yang dilakukan para pendamping PKH.
“Insya Allah saya optimistis kuota Sekolah Rakyat akan terpenuhi,” katanya.
Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat di Sukoharjo disiapkan masing-masing tiga rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Setiap rombel akan diisi 30 siswa.
“Jadi untuk SD sebanyak 90 siswa, SMP 90 siswa, dan SMA juga 90 siswa,” terang Yunia.
Selain itu, nantinya juga akan ada alihan siswa dari Sekolah Rakyat rintisan di Solo. Untuk jenjang SD direncanakan ada tambahan 40 siswa, sedangkan jenjang SMA sebanyak 188 siswa.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui sistem pendidikan berasrama dengan pembinaan yang lebih intensif. (kwl/fer)