SUKOHARJO – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Sukoharjo terus dipantau ketat, dengan melibatkan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Sesuai instruksi Wakil Bupati Sukoharjo yang juga Ketua Satgas Percepatan MBG Eko Sapto Purnomo, mereka melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, ia ambil bagian dalam monev dengan inspeksi ke sejumlah SPPG.
Monev di terapkan untuk memastikan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini berjalan sesuai standar keamanan pangan.
Baca Juga: Bangun Sumur Bor Di Alasombo Sukoharjo, Atasi Krisis Air Yang Selama Ini Dialami 82 KK
“Monitoring dan evaluasi ini sebagai langkah preventif, supaya pelaksanaan MBG zero accident. Jangan sampai ada persoalan yang berdampak pada kesehatan penerima manfaat,” kata Bagas, Rabu (13/5).
Hasil monitoring di lapangan, tim menemukan sejumlah catatan yang harus segera diperbaiki oleh pengelola SPPG.
Di antaranya temuan darah sisa bahan hewani di dalam freezer. Selain itu, pengolahan limbah air dan sampah belum sesuai standar.
Baca Juga: Picu Jalanan Macet Di Pasar Timur Stasiun Gawok, PKL dan Parkir Liar Ditertibkan
“Perbaikan-perbaikan ini supaya SOP (standar operasional prosedur) sanitasi dan higienitas SPPG benar-benar dijalankan,” imbuh Bagas.
Temuan lainnya, yakni beberapa dapur SPPG suhunya yang terlalu panas dan belum dilengkapi pendingin ruangan memadai.
Kondisi tersebut dikhawatirkan memengaruhi kualitas dan ketahanan makanan yang diproduksi.
“Masih ada freezer yang terdapat darah. Kemudian kondisi dapur atau SPPG juga masih panas tanpa pendingin yang memadai. Ini bisa berpengaruh terhadap kualitas makanan,” beber Bagas.
Perhatian juga ditekankan pada bahan baku pangan yang digunakan. Bagas meminta seluruh pengelola SPPG mengutamakan bahan baku dari masyarakat sekitar lokasi SPPG.
Dengan catatan pemasok bahan pangan harus memiliki nomor kontrol veteriner (NKV), terutama untuk produk hewani.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelayakan pangan, sebelum diolah menjadi menu MBG.
Nantinya, monitoring akan terus dilakukan secara berkala.
Baca Juga: Pendamping PKH Mulai Terjun Jaring Calon Murid Sekolah Rakyat, Peminat Di Sukoharjo Lumayan Tingggi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo ingin memastikan program MBG benar-benar berjalan baik. Mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan, distribusi, hingga makanan dikonsumsi masyarakat.
“Kami sudah serahkan hasil monev ke SPPG untuk ditindaklanjuti. Kemudian akan dilakukan sidak, apakah rekomendasi hasil monev sudah ditindaklanjuti atau tidak,” tegas Bagas.
Menurut Bagas, MBG tidak hanya berbicara tentang pemenuhan gizi. Lebih dari itu, MBG juga menyangkut higienitas, keamanan pangan, dan kesehatan masyarakat secara luas.
“Tujuan akhirnya agar program MBG berjalan baik dan aman. Benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto