RADARSOLO.COM – Rusaknya jalan kabupaten di Desa Krajan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo memantik kepedulian warga.
Puluhan relawan RW 06 Desa Krajan secara swadaya melakukan penambalan jalan berlubang sepanjang 925 meter dengan aspal, Minggu (17/5).
Jalan yang ditambal membentang mulai dari gapura Desa Krajan hingga jembatan perbatasan Desa Tloyo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Penambalan dilakukan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Baca Juga: Panen Raya Jagung di Nguter Sukoharjo, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Sejumlah titik kerusakan bahkan membentuk lubang cukup besar yang kerap membuat pengendara kehilangan kendali, terutama saat malam hari atau ketika hujan turun.
Sesepuh Relawan RW 06 Desa Krajan Heri Siswanto mengatakan, aksi tersebut muncul dari keresahan warga yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Menurutnya, kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama namun belum mendapat perbaikan permanen.
Baca Juga: Terkendala Lahan, 18 Desa dan Kelurahan di Sukoharjo Belum Miliki KDKMP
”Sudah lama jalannya rusak. Banyak lubang besar yang sangat membahayakan. Warga akhirnya berinisiatif menambal sendiri karena sudah ada tiga kali kecelakaan di jalan ini dan dua orang mengalami luka-luka,” ujarnya.
Heri menjelaskan, biaya penambalan berasal dari swadaya masyarakat serta bantuan sejumlah donatur.
Warga membeli material sendiri dan bergotong royong menutup lubang-lubang jalan menggunakan aspal agar lebih aman dilalui kendaraan.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Namun karena kondisi kerusakan semakin parah dan membahayakan keselamatan, warga memilih bergerak cepat daripada menunggu terlalu lama.
”Kami hanya ingin jalan ini lebih aman dilewati masyarakat. Kasihan pengguna jalan kalau terus dibiarkan rusak. Apalagi jalur ini cukup ramai,” katanya.
Ia menambahkan, relawan sebelumnya juga sudah berupaya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Warga akhirnya diperbolehkan melakukan penambalan sementara menggunakan aspal secara swadaya.
Baca Juga: Polres Sukoharjo Sita 55,65 Gram Sabu di Kamar Kos, Tersangka Mengaku Sudah 8 Kali Beraksi
Suasana gotong royong tampak mewarnai kegiatan tersebut. Warga datang membawa peralatan sederhana, mulai dari sekop hingga gerobak dorong dan pemadat jalan.
Sebagian mengatur arus lalu lintas agar proses penambalan berjalan aman, sementara lainnya bergantian menguruk dan meratakan aspal di titik-titik berlubang.
Camat Gatak Wanto mengapresiasi langkah warga yang peduli terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan pengguna jalan.
Menurutnya, aksi tersebut menjadi bukti budaya gotong royong di masyarakat masih kuat.
”Kami sangat mengapresiasi inisiatif warga masyarakat. Ini bentuk kegotongroyongan yang luar biasa dan membuktikan semangat gotong royong membangun desa masih ada,” ujarnya.
Wanto berharap penanganan permanen dari pemerintah kabupaten dapat segera dilakukan agar kondisi jalan benar-benar kembali layak dan aman dilalui masyarakat. (kwl/adi)
Editor : fery ardi susanto