SUKOHARJO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berniat merelokasi Pasar Ayam Silir, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon ke Kabupaten Sukoharjo.
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) kedua pemangku wilayah bahkan sudah menjalin komunikasi untuk merealisasikan itu.
Namun, ada kemungkinan rencana tersebut ditolak karena keterbatasan lahan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo Sumarno, menjelaskan, belum mengetahui detail kelanjutan pembahasan relokasi Pasar Ayam Silir.
Baca Juga: Sukoharjo Waspada Hantavirus, Skrining Di 12 Puskesmas Dan Seluruh Rumah Sakit
Kendati demikian, ia menilai kondisi pasar di Sukoharjo belum memungkinkan untuk menampung aktivitas Pasar Ayam Silir.
“Belum tahu. Kalau melihat kondisi pasar yang ada di Sukoharjo, tidak ada yang bisa ditempati seperti Pasar Ayam Semanggi. Karena lahannya sudah tidak memungkinkan,” jelas Sumarno, Senin (18/5).
Menurut Sumarno, kebutuhan lahan untuk pasar unggas sangat luas. Selain itu, harus memenuhi aspek teknis lain.
Seperti akses transportasi, sanitasi, hingga jarak dengan permukiman warga. Sedangkan mayoritas pasar tradisional di Kota Makmur sudah padat dan lahannya terbatas.
Wacana pemindahan Pasar Ayam Semanggi disebut-sebut berkaitan dengan penataan kawasan perkotaan di Kota Solo. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai lokasi baru, maupun skema relokasi pasar tersebut. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto