RADARSOLO.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo terus menggenjot pelayanan demi mencerdarkan generasi penerus bangsa.
Dibuktikan dengan launching program Sekolah Unggulan, Senin besok (24/5).
Ada dua sekolah yang ditunjuk, yakni SDN 1 Weru, Kecamatan Weru dan SDN 1 Telukan, Kecamatan Grogol.
Kepala Disdikbud Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo menjelaskan, program tersebut disiapkan sebagai langkah jangka panjang.
Baca Juga: Ruko Tiga Lantai di Solo Baru Ternyata Markas Penipuan Internasional, Tetangga Mengira Kantor Biasa
Bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus membentuk karakter siswa sejak dini.
“Di tahap awal, yang sudah siap SDN 1 Weru dan SDN 1 Telukan. Setelah ini menyusul Sekolah Unggulan di Kecamatan Nguter, Bendosari, dan Sukoharjo Kota,” jelas Havid.
Skemanya, satu kecamatan wajib memiliki satu Sekolah Unggulan.
Baca Juga: PDIP Sukoharjo Bikin Gebrakan, Banteng-Banteng Muda Masuk Struktur Partai
Tidak fokus pada capaian akademik, Sekolah Unggulan juga berkomitmen untuk penguatan karakter, akhlak, dan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Menurut Havid, konsep pengembangan yang diterapkan menggunakan pendekatan holistik.
Melalui pendekatan itu, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, sekaligus memiliki sikap disiplin dan karakter kuat.
“Target kami, anak-anak lulus tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Memiliki sikap disiplin dan karakter yang kuat,” imbuh Havid.
Dalam implementasinya, sekolah unggulan akan memperkuat kemampuan literasi dan numerasi, sebagai fondasi dasar pembelajaran.
Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan sains dan teknologi secara kontekstual sesuai perkembangan zaman.
Tak hanya itu, nilai-nilai religi dan pembiasaan perilaku positif juga menjadi perhatian utama.
Baca Juga: Sekolah Reguler Terusik Sekolah Rakyat, Dinsos Sukoharjo: Tidak Ada Niat Rebut Murid
Lingkungan sekolah akan diarahkan untuk membangun budaya disiplin, sopan santun, dan kepedulian sosial melalui kegiatan sehari-hari.
Disdikbud menyiapkan penguatan soft skill bagi siswa, mulai dari kewirausahaan, kemandirian, hingga pengembangan seni.
Langkah tersebut dilakukan agar siswa memiliki rasa percaya diri, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang baik.
Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari pembelajaran. Siswa akan dibiasakan menjalankan perilaku ramah lingkungan, melalui berbagai kegiatan edukatif di sekolah.
Kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, olahraga, dan seni tetap dipertahankan sebagai bagian penting dalam membentuk kerja sama, sportivitas, dan kepemimpinan siswa.
Mendukung program tersebut, disdikbud juga menyiapkan fasilitas penunjang, termasuk digitalisasi sarana pembelajaran.
“Pemkab Sukoharjo juga memberikan dukungan dari APBD berupa seragam gratis. Sepatu, kaus kaki, perlengkapan sekolah, tas, buku dan alat tulis juga gratis bagi siswa untuk pemerataan akses pendidikan,” beber Havid. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto