RADARSOLO.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo memastikan kondisi kesehatan hewan kurban.
Skrining dilakukan untuk mendeteksi penyakit mulut dan kuku (PMK).
Meski sebelumnya sempat ada temuan, namun penyakit PMK tidak menimpa hewan qurban.
Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno menjelaskan, telah menerjunkan 12 tim pengawasan untuk pemeriksaan kesehatan hewan kurban di seluruh kecamatan.
Baca Juga: SD Unggulan Bukan Sekadar Label, Etik: Tak Kalah Dengan Sekolah SwastaPendidikan Terbaik
Tim tersebut terdiri dari dokter hewan, paramedis veteriner, penyuluh pertanian, hingga unsur Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sukoharjo.
“Ada 12 tim yang kami terjunkan yang terdiri dari unsur dinas. Dinas itu meliputi dokter hewan, para medis, kemudian penyuluh pertanian, dan asosiasi dokter hewan PDHI Cabang Sukoharjo,” ujar Bagas, Senin (25/5).
Menurutnya, masing-masing kecamatan mendapat satu tim khusus untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, baik sebelum maupun sesudah penyembelihan dilakukan.
Baca Juga: PKL Timur Stasiun Gawok Sukoharjo Ditertibkan Awal Juni, Sementara Pasang Papan Larangan
“Masing-masing kecamatan kami teruskan satu tim untuk memeriksa antem mortem dan post mortem. Antem mortem sebelum dipotong, post mortem setelah hewan dipotong,” jelasnya.
Bagas menegaskan, hingga saat ini belum ada temuan kasus PMK pada hewan kurban.
Meski sebelumnya sempat ditemukan beberapa kasus PMK pada ternak, kondisi tersebut sudah berhasil dikendalikan.
“Untuk sampai saat ini, temuan PMK nihil. Kemarin ada beberapa kasus, enam atau tujuh. Tapi sudah dikendalikan kesehatannya,” beber Bagas.
Bagas menambahkan, kasus PMK sebelumnya bukan berasal dari hewan yang dipersiapkan untuk kurban. Melainkan ternak milik peternak biasa.
Karena itu masyarakat diminta tidak khawatir dalam membeli hewan kurban di Sukoharjo.
“Itu bukan ternak kurban. Sampai saat ini untuk pengawasan terhadap hewan kurban yang sudah ada di kantong-kantong penyedia, insya Allah tidak ditemukan kasus PMK,” tandasnya.
Distankan Sukoharjo juga terus mengintensifkan pengawasan hingga mendekati hari penyembelihan guna memastikan seluruh hewan kurban yang beredar memenuhi syarat kesehatan dan layak dikonsumsi masyarakat. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto