Dukung Program BSAN, Etik: Sekolah Harus Menjadi Rumah Kedua

Iwan Kawul • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 17:09 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat peluncuran Sekolah Unggulan di SDN Telukan 01, Kecamatan Grogol, Senin (25/5). (Iwan Kawul/Radar Solo)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat peluncuran Sekolah Unggulan di SDN Telukan 01, Kecamatan Grogol, Senin (25/5). (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Bupati Sukoharjo Etik Suryani beri dukungan penuh terhadap program “Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN)”, yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Menurutnya, program tersebut penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, humanis, dan bebas kekerasan.

Menurut Etik, sekolah bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan rumah kedua bagi murid.

Karena itu, sekolah harus memberikan rasa aman, nyaman, ramah, bersih, sehat, dan menyenangkan bagi seluruh murid.

Baca Juga: Mendesak, Warga Kedungjambal Butuh Warning Light dan Rambu Di 'Tikungan Mesra' Jalur Tawangsari-Pedan

“Sekolah harus menjadi ruang yang mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Baik dari sisi akademik maupun karakter,” jelas Etik.

Etik menegaskan, budaya sekolah aman dan nyaman harus diwujudkan melalui komitmen bersama seluruh elemen pendidikan, untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan, kekerasan, dan diskriminasi.

Termasuk bebas intoleransi, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan lain yang mengganggu keselamatan dan kenyamanan peserta didik.

Baca Juga: Sapi Kurban Lepas Lalu Masuk Parit Di Mojolaban Sukoharjo, Damkar Terjun Masalah Beres

Selain itu, Etik juga menekankan pentingnya pembiasaan nilai-nilai positif di lingkungan sekolah, seperti disiplin, gotong royong, saling menghormati, kepedulian, menjaga kebersihan, serta tanggung jawab bersama. 

“Dengan budaya positif tersebut, sekolah akan menjadi tempat yang mampu membentuk generasi Sukoharjo yang unggul, berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia,” katanya. 

Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat yang selama ini telah mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif di Kabupaten Sukoharjo.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan. 

Etik berpesan kepada seluruh kepala sekolah dan guru agar terus menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan belajar yang humanis dan inklusif.

Ia meminta komunikasi antara sekolah, siswa, dan orang tua terus diperkuat agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana dan edukatif.

Baca Juga: Sembelih Kurban Di Masjid Sudarto Milatoen Sukoharjo Meriah, Superhero Mendongeng Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim Dan Ismail

“Kepada anak-anakku sekalian, jadilah pelajar yang santun, saling menghargai, rajin belajar, dan mampu menjaga nama baik sekolah. Kalian adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan Kabupaten Sukoharjo,” pesannya.

Melalui deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman tersebut, Etik berharap seluruh sekolah di Kabupaten Sukoharjo benar-benar mampu mengimplementasikan program secara nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Baca Juga: Polemik Dam Haji Disembelih Di Tanah Air, LazisMu: Utamakan Kemanfaatan

“Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat yang membahagiakan bagi seluruh warga sekolah,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
program bsan sukoharjo kemendikdasmen Bupati Sukoharjo Etik Suryani Sekolah Ramah Anak