RADARSOLO.COM – Kenaikan harga telur ayam ras mulai terasa di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sukoharjo.
Namun di tengah tren kenaikan tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sari Rejeki Tepisari, Kecamatan Polokarto justru menjual telur dengan harga lebih murah, yakni Rp 23.500 per kilogram (kg).
Pantauan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo pada Rabu (10/6), harga telur ayam ras Rp 24.750 per kg.
Terpantau naik Rp 250 per kg dibandingkan Selasa (9/6).
Kepala Diskopumdag Sukoharjo Sumarno menjelaskan, kenaikan harga telur masih dalam kategori wajar. Serta belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.
“Telur ayam ras rata-rata harganya Rp 24.750 per kg. Ada kenaikan sekira 1 persen. Ini masih relatif terkendali,” jelas Sumarno.
Pemantauan dilakukan di Pasar Ir Soekarno, Pasar Bekonang, Pasar Tawangsari, dan Pasar Kartasura. Di Pasar Ir Soekarno, harga telur ayam Rp 24.000 per kg. Sedangkan di tiga pasar lainnya Rp 25.000 per kg.
Meski harga telur naik, BUMDes Sari Rejeki justru ogah mengikuti arus. Mereka menjual telur ayam Rp 23.500 per kg. Lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional.
Kepala Desa (Kades) Tepisari Basuki Rahmat menjelaskan, kebijakan tersebut untuk menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, juga mendukung kesejahteraam peternak lokal.
“Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan telur berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Basuki.
Menurut Basuki, telur tersebut hasil panen BUMDes Sari Rejeki. Rantai distribusi yang lebih pendek membuat harga jual ke konsumen bisa ditekan di bawah harga pasar.
Selain pembelian eceran, juga melayani pembelian partai besar untuk usaha katering. Bahkan, layanan antar disediakan khusus untuk pembeli dari Desa Tepisari.
“Selain membantu masyarakat, program ini bentuk dukungan terhadap peternak lokal. Jadi, manfaatnya bisa dirasakan dua sisi, baik produsen maupun konsumen,” bebernya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto