SUKOHARJO – Pengelolaan limbah dan tata kelola pemasok bahan baku jadi perhatian serius dalam monitoring dan evaluasi (monev) program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Sukoharjo.
Seperti terlihat dalam sidak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trangsan I dan II, Kecamatan Gatak, Senin (15/6).
Saat sidak, Tim Monev MBG Sukoharjo temukan sejumlah aspek yang butuh pembenahan.
Sidak dipimpin Ketua Satgas MBG Sukoharjo, yang juga wakil bupati (wabup) Eko Sapto Purnomo. Didampingi Ketua Tim Monev SPPG Sukoharjo Bagas Windaryatno.
Bagas menjelaskan, ada sejumlah catatan yang harus segera ditindaklanjuti oleh pengelola, mitra, maupun yayasan yang menaungi SPPG.
Salah satunya intalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang harus sesuai ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup.
“Pengelolaan air limbah harus sesuai ketentuan. Masih banyak perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan,” jelas Bagas yang juga kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo itu.
Baca Juga: Menteri PU Sidak Proyek Sekolah Rakyat Sukoharjo, Janjikan Bangunan Selesai Tepat Waktu
Selain IPAL, tim gabungan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) ini juga menyoroti tata kelola internal SPPG. Administrasi dan pendataan pemasok bahan baku lokal belum tertata dengan baik.
Padahal keberadaan supplier lokal jadi bagian penting dari tujuan program MBG. Tidak sekadar memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, namun juga menggerakkan ekonomi lokal.
“Inventarisasi supplier-supplier dari masyarakat sekitar, ternyata belum ada registrasi maupun catatan memadai. Harapan kami, SPPG juga memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat sekitar. Ini yang harus ditindaklanjuti,” beber Bagas.
Nantinya, hasil monev akan ditindaklanjuti melalui rekomendasi khusus.
Tak berhenti di satu SPPG, Satgas MBG Sukoharjo yang dipimpin wabup Eko Sapto Purnomo akan sidak ke dapur-dapur lainnya.
“Masih ada beberapa poin yang membutuhkan perbaikan. Terutama tata kelola, pengelolaan limbah, dan sampah agar tidak menimbulkan masalah baru. Di sisi lain, aspek kesehatan juga harus ditingkatkan,” ujar Bagas. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto