Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tim Monev Sukoharjo Ungkap IPAL d SPPG di Trangsan Gatak Layak Jadi Percontohan

Iwan Kawul • Selasa, 16 Juni 2026 | 21:48 WIB
Eko Sapto Purnomo usai memimpin monitoring dan evaluasi bersama tim lintas organisasi perangkat daerah di  SPPG Trangsan I dan SPPG Trangsan II, Selasa (19/6/2026). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Eko Sapto Purnomo usai memimpin monitoring dan evaluasi bersama tim lintas organisasi perangkat daerah di SPPG Trangsan I dan SPPG Trangsan II, Selasa (19/6/2026). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukoharjo melalui dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trangsan mendapat penilaian positif dari pemkab setempat.

Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo memastikan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dimiliki SPPG Trangsan I dan SPPG Trangsan II telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan persoalan lingkungan.

Baca Juga: Cek Pengalihan Arus Lalu Lintas Kirab Malam 1 Suro di Solo, Ini Titik Penutupan Jalan yang Perlu Diwaspadai Malam Ini

Hal tersebut disampaikan Eko Sapto Purnomo usai memimpin monitoring dan evaluasi bersama tim lintas organisasi perangkat daerah di dua SPPG tersebut, Selasa (16/6). 

Menurutnya, secara umum penyelenggaraan MBG di Sukoharjo berjalan baik dan layak menjadi percontohan, meski masih terdapat sejumlah hal yang perlu terus disempurnakan dalam aspek tata kelola.

"Secara umum SPPG di Trangsan ini sudah bagus. Pengelolaan limbah melalui IPAL juga sudah sesuai ketentuan sehingga tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar. Yang penting sekarang adalah bagaimana tata kelola dan administrasi terus diperbaiki agar pelayanan semakin optimal," ujar Eko.

Monitoring tersebut melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan), Dinas Pangan, serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan.

Tim memastikan seluruh proses mulai dari pengolahan makanan, kebersihan, hingga pengelolaan limbah berjalan sesuai standar.

Eko menjelaskan, keberadaan SPPG tidak hanya ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, namun juga diharapkan mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian warga sekitar.

Karena itu, pihaknya mendorong agar kebutuhan bahan baku semakin banyak dipasok oleh masyarakat lokal.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Baru Dilepas Persik Kediri, Syahrian Abimanyu Langsung Diperkenalkan klub Liga 2

"Kami ingin keberadaan SPPG ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Supplier dari warga sekitar harus terus diberdayakan sehingga manfaat program ini semakin luas," katanya.

Ia menambahkan, evaluasi rutin akan terus dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga.

Sejumlah penyempurnaan administrasi dan penguatan koordinasi dengan para mitra juga akan dilakukan agar pelaksanaan program MBG di Sukoharjo semakin efektif dan berkelanjutan.

"Kami ingin SPPG ini benar-benar menjadi pusat pelayanan gizi yang sehat, bersih dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Secara keseluruhan hasil evaluasi menunjukkan kondisi SPPG Trangsan sudah baik," tandasnya. (kwl)

Editor : Admin
#sppg trangsan I #sppg trangsan II #wakil bupati sukoharjo eko sapto purnomo #IPAL