Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Ribuan Jiwa Terdampak Kekeringan Di Sukoharjo, BPBD Salurkan 90 Ribu Liter Air Bersih

Iwan Kawul • Selasa, 7 Juli 2026 | 18:33 WIB
Ilustrasi dropping air bersih oleh BPBD dan PDAM di wilayah selatan Kabupaten Sukoharjo yang mulai dilanda kekeringan, Senin (6/7). (DOK.BPBD SUKOHARJO)
Ilustrasi dropping air bersih oleh BPBD dan PDAM di wilayah selatan Kabupaten Sukoharjo yang mulai dilanda kekeringan, Senin (6/7). (DOK.BPBD SUKOHARJO)

RADARSOLO.COM – Sebanyak 1.179 jiwa di tiga kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Sukoharjo terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Mengatasi krisis air bersih yang dialami warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo telah menyalurkan 90.000 liter air bersih hingga Selasa (7/7).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, distribusi air bersih dilakukan di tiga desa yang mengalami penurunan debit sumber air bersih.

Tepatnya Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari; Desa Kunden, Kecamatan Bulu; dan Desa Weru, Kecamatan Weru.

Baca Juga: SPMB 2026, 155 Kursi SMA/SMK Negeri Di Solo dan Sukoharjo Kosong

"Total ada 376 kepala keluarga atau 1.179 jiwa yang terdampak kekeringan. Hingga 7 Juli 2026 kami telah mendistribusikan 18 tangki atau sekitar 90.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Ariyanto.

Ariyanto menambahkan, wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak berada di Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari, mencapai 247 kepala keluarga (KK) atau 728 jiwa.

Sejak dropping dimulai pada 2 Juli 2026, BPBD telah mengirimkan 11 tangki dengan total 55.000 liter air bersih ke desa tersebut.

Sementara itu, di Desa Kunden, Kecamatan Bulu, terdapat 99 KK atau 336 jiwa terdampak. BPBD telah menyalurkan 4 tangki atau 20.000 liter air bersih.

Baca Juga: Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo Steril PKL, CFD Geser ke Jalan Veteran

Adapun di Desa Weru, Kecamatan Weru, sebanyak 30 KK atau 115 jiwa terdampak kekeringan. Hingga saat ini telah didistribusikan 3 tangki dengan volume 15.000 liter.

Ariyanto menegaskan, BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan mengingat potensi kekeringan masih dapat meluas seiring berlanjutnya musim kemarau.

"Apabila ada desa lain yang mengalami kesulitan air bersih dan telah mengajukan permohonan, kami siap melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan. Kami juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau," pungkasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#kekeringan #krisis air bersih #sukoharjo #dropping air bersih