SPMB 2026, 155 Kursi SMA/SMK Negeri Di Solo dan Sukoharjo Kosong


RADARSOLO.COM – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMA/SMK negeri di wilayah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah VII Jawa Tengah resmi berakhir.
Meski pengisian dari daftar cadangan telah selesai, masih tersisa 155 kursi yang tidak terisi di Solo dan Sukoharjo.
Kepala Cabdin Wilayah VII Agung Wijayanto menjelaskan, sisa kursi tersebut berasal dari calon murid yang lolos seleksi, namun tidak mendaftar ulang hingga batas waktu yang ditentukan.
Rinciannya, di Kota Solo 34 kursi SMA kosong dan 27 kursi SMK.
“Setelah pengumuman cadangan dan daftar ulang selesai, di Kabupaten Sukoharjo 51 kursi SMA dan 43 kursi SMK kosong. Jadi total di Cabdin VII ada 155 kursi yang kosong,” jelas Agung, Selasa (7/7).
Agung menegaskan, kursi yang kosong tidak dibuka kembali melalui seleksi tambahan. Sesuai petunjuk operasional penyelenggaraan SPMB, kekosongan tidak boleh diisi di luar mekanisme yang telah ditetapkan.
“Tidak bisa diisi sembarangan karena sudah sesuai petunjuk operasional. Tujuannya biar tidak terjadi perpindahan siswa yang sudah diterima di sekolah swasta, kemudian mencabut berkasnya untuk masuk ke sekolah negeri," jelasnya.
Menurut Agung, aplikasi SPMB juga telah ditutup sehingga seluruh data penerimaan terkunci. Selanjutnya, sekolah tinggal mempersiapkan pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
“Prosesnya sudah selesai. Web SPMB juga sudah ditutup. Nama-nama siswa yang diterima sudah terekap semua dan tinggal menunggu pelaksanaan MPLS,” bebernya.
Data Cabdin VII, jumlah pendaftar SPMB tahun ini 15.736 calon murid. Dari jumlah itu, hanya 15.478 calon murid yang verifikasi. Sedangkan 258 calon murid tidak verifikasi dan satu peserta tidak aktivasi akun.



