RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo tak hanya mengandalkan bantuan dropping air bersih untuk mengatasi dampak kekeringan di wilayah selatan.
Solusi jangka panjang juga dipikirkan melalui pembangunan sumur dalam.
Termasuk perbaikan sumur dalam yang rusak, salah satunya di Desa Kunden, Kecamatan Bulu.
Ditemui di sela dropping air bersih di Desa Kunden, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengaku bantuan ini bentuk respons cepat atas laporan dan permintaan warga terdampak kekeringan.
Baca Juga: Sukoharjo Dilanda Tiga Kali Karhutla Dalam Sehari, Luas Lahan Terbakar 13,5 Hektare
Selain itu, pemkab juga menyiapkan langkah permanen dengan mengaktifkan kembali sumur dalam di sana.
“Gerak cepat menjadi prioritas kami. Begitu ada masyarakat yang membutuhkan, pemerintah langsung turun memberikan bantuan,” kata Etik.
Terkait penanganan darurat, pemkab mengirimkan satu tangki berisi 4.000 liter air bersih di setiap titik distribusi.
Bantuan tersebut juga disalurkan ke wilayah lain yang terdampak kekeringan. Di antaranya Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari, dan Desa/Kecamatan Weru.
Menurut Etik, jumlah bantuan air tidak dibatasi. Pemkab akan terus mengirimkan pasokan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kalau masih kurang, masyarakat tinggal menghubungi kami. Nanti langsung kami kirim lagi. Tidak ada batasan berapa liter. Semuanya menyesuaikan kebutuhan masyarakat,” beber Etik.
Di sisi lain, Etik memastikan pemkab telah menyiapkan perbaikan sumur dalam di Desa Kunden melalui APBD Perubahan 2026.
Sejatinya, sumur itu masih memiliki sumber air, namun tidak berfungsi karena jaringan pipanya rusak.
“Dulu sempat keluar airnya. Tetapi setelah gempa, pipanya tergencet batu sehingga air tidak bisa disedot. Nanti akan kami perbaiki dan dianggarkan pada perubahan tahun ini,” jelas Etik.
Melalui perbaikan ini, pemkab berharap kebutuhan air bersih warga Desa Kunden terpenuhi secara mandiri. Sehingga tidak lagi bergantung pada dropping air setiap musim kemarau tiba.
Etik juga meminta warga tetap tenang dalam menghadapi musim kemarau. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah akan selalu hadir untuk masyarakat," tegasnya. (kwl/fer)
Editor : fery ardi susanto