Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Sebelum OTT KPK, Bupati Sukoharjo Etik Suryani Seharian Menyapa Warga Kecamatan Bulu

Iwan Kawul • Jumat, 10 Juli 2026 | 11:08 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani pantau dropping air bersih di Dusun Sumberagung RT 3 RW 1, Desa Kunden, Kecamatan Bulu, sebelum OTT KPK, Kamis (9/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani pantau dropping air bersih di Dusun Sumberagung RT 3 RW 1, Desa Kunden, Kecamatan Bulu, sebelum OTT KPK, Kamis (9/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM — Kamis (9/7), menjadi hari yang kontras bagi Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

Sejak pagi hingga siang, ia masih menjalani rangkaian agenda pemerintahan seperti biasa.

Dimulai dengan menyapa warga terdampak kekeringan, hingga menyambut kedatangan Yonif TP 449/Sukoharjo.

Namun menjelang Magrib, suasana berubah ketika tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang menjemputnya dari rumah dinas bupati.

Baca Juga: Etik Suryani Tiba di Gedung KPK, Penampakan Bupati Sukoharjo Usai Terjaring OTT Jadi Perhatian

Kamis pagi kemarin, sekitar pukul 09.00, Etik memulai aktivitas di Dusun Sumberagung RT 3 RW 1, Desa Kunden, Kecamatan Bulu. Di tengah musim kemarau yang mulai dirasakan warga, ia menyerahkan bantuan 4.000 liter air bersih, sekaligus mendengar langsung keluhan masyarakat terkait sumur dalam yang tidak lagi berfungsi.

Di hadapan warga, Etik memastikan pemerintah daerah akan memperbaiki sumur tersebut.

Sumur dalam itu sebenarnya pernah mengeluarkan air. Namun sejak terjadi gempa, pipa di dalamnya terjepit batu sehingga tidak lagi mampu menyedot air.

Usai dari Bulu, rombongan bergerak menuju Dusun Jambal, Desa Kedungjambal, Kecamatan Tawangsari. Bantuan air bersih dengan jumlah yang sama, yakni 4.000 liter, kembali disalurkan kepada warga.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Dusun Tunggul RT 4 RW 9, Desa Weru, Kecamatan Weru, untuk mendistribusikan 4.000 liter air bersih lainnya.

Agenda siang berlanjut pukul 13.00. Etik menghadiri penyambutan Yonif TP 449/Sukoharjo di kawasan marshaling Desa Batu Bonang, Kecamatan Tawangsari.

Etik dan rombongan disambut dengan yel yel ratusan anggota Yonif TP 449.

Ia berkeliling meninjau lokasi didampingi Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Sekretaris Daerah Abdul Haris Widodo, Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf. Reza Syahputra, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, serta Komandan Yonif TP 449/Sukoharjo Mayor Inf. Edi Riwanto.

Tak ada tanda-tanda bahwa hari itu akan menjadi salah satu hari paling menentukan dalam perjalanan politiknya.

Ketika senja mulai menyapa, suasana di sekitar Rumah Dinas Bupati Sukoharjo berubah. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di sekitar lokasi, setidaknya tiga mobil berwarna hitam datang sebelum waktu Magrib. Beberapa orang yang turun dari kendaraan tersebut tidak dikenal warga.

"Mereka berpenampilan rapi dan sempat terlihat berada di sebuah angkringan yang lokasinya tidak jauh dari rumah dinas," ujar sumber tepercaya yang enggan disebut namanya.

Tak lama kemudian, Etik Suryani dibawa meninggalkan rumah dinas. Belakangan diketahui penjemputan tersebut dilakukan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Etik suryani ditangkap kpk #kpk #OTT KPK #sukoharjo #Bupati Sukoharjo Etik Suryani