Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Patroli Karhutla, Polisi Sisir Pegunungan Gajah Mungkur Sukoharjo

Iwan Kawul • Jumat, 17 Juli 2026 | 11:07 WIB
Jajaran Polres Sukoharjo patroli karhutla di kawasan pegunungan Gajah Mungkur, Dusun Kerjo, Desa Kedungsono, Kecamatan Bulu, Jumat (17/7).
Jajaran Polres Sukoharjo patroli karhutla di kawasan pegunungan Gajah Mungkur, Dusun Kerjo, Desa Kedungsono, Kecamatan Bulu, Jumat (17/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO) 

RADARSOLO.COM - Memasuki musim kemarau, Polres Sukoharjo meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Patroli terpadu bersama masyarakat dan relawan digencarkan.

Paling gres, patroli menyasar kawasan hutan pegunungan Gajah Mungkur, Dusun Kerjo, Desa Kedungsono, Kecamatan Bulu, Jumat (17/7).

Patroli dipimpin Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo bersama jajaran.

Baca Juga: Diajak Main Bola Malah Pilih Di Sungai, Bocah SMP Tenggelam

Selain personel kepolisian, kegiatan juga melibatkan unsur relawan dan masyarakat setempat sebagai bentuk penguatan sinergi dalam mengantisipasi potensi karhutla selama musim kemarau.

Anggaito menjelaskan, patroli untuk memetakan titik-titik rawan kebakaran, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman karhutla.

Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan karena mereka merupakan pihak yang paling dekat dengan kawasan hutan.

"Karhutla tidak bisa ditangani oleh aparat saja. Dibutuhkan sinergi bersama masyarakat, relawan, pemerintah desa, hingga instansi terkait agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini," ungkap Anggaito.

Baca Juga: KPK Kembali Sambangi Sukoharjo, Kali Ini Geledah Rumah Istri Kepala BKPAD Tersangka Pemerasan

"Patroli ini sekaligus menjadi langkah edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran," imbuhnya.

Anggaito mengungkapkan, sejak Juni hingga medio Juli 2026, wilayah selatan Sukoharjo telah mengalami lebih dari 10 kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Titik kejadian tersebar di Kecamatan Bulu, Tawangsari, dan Weru yang dikenal memiliki kawasan perbukitan serta lahan kering sehingga rawan terbakar saat musim kemarau.

Menurutnya, sebagian besar kebakaran dipicu kondisi vegetasi yang mengering akibat minimnya curah hujan. Karena itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

"Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dilakukan sehingga api tidak meluas. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan agar tetap aman selama musim kemarau," tegasnya.

Melalui patroli terpadu tersebut, Polres Sukoharjo berharap risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan sehingga kerusakan lingkungan maupun ancaman terhadap keselamatan masyarakat dapat diminimalkan.

Upaya pencegahan akan terus dilakukan secara berkala di sejumlah kawasan yang masuk kategori rawan karhutla selama musim kemarau berlangsung. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
Patroli karhutla Pegunungan gajah mungkut kemarau sukoharjo