Nakes Pensiun, Puskesmas Nguter Sukoharjo Sambat Krisis SDM

Iwan Kawul • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 16:58 WIB
Forum konsultasi publik (FKP) bersama masyarakat di Puskesmas Nguter, Sukoharjo, Senin (20/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Forum konsultasi publik (FKP) bersama masyarakat di Puskesmas Nguter, Sukoharjo, Senin (20/7). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) menjadi tantangan yang dihadapi Puskesmas Nguter, Kabupaten Sukoharjo. 

Meski demikian, pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal dengan mengandalkan kompetensi tenaga kesehatan (nakes) yang ada.

Krisis SDM ini terkuak dalam forum konsultasi publik (FKP) di Puskesmas Nguter, Senin (20/7).

Menurut Kepala Puskesmas Nguter dr. Nunik Kurniawati, FKP mewadahi komunikasi dua arah antara penyedia layanan kesehatan dengan masyarakat.

Baca Juga: Sempat Dikabarkan Rumah Warga, Ternyata Bengkel Kabin Truk Terbakar Di Desa Pranan Sukoharjo

FKP rutin digelar setiap tahun, sebagai wadah untuk menampung berbagai masukan, keluhan, maupun aduan dari masyarakat.

Hasil dari FKP akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Dari masyarakat kami menerima masukan, kritik, maupun keluhan. Selanjutnya kami evaluasi, apakah standar pelayanan sudah sesuai atau belum. Kalau masih kurang, akan kami perbaiki agar pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Nunik.

Baca Juga: Job Fair Sukoharjo Hanya 1.156 Pendaftar, Padahal Tersedia 4.904 Lowongan Kerja

Diakui Nunik, SDM di Puskesmas Nguter terbatas. Sejumlah nakes yang telah memasuki masa pensiun belum ada penggantinya.

“Soal kompetensi, seluruh tenaga kesehatan sudah sesuai dengan profesi dan bidangnya masing-masing. Tantangannya justru jumlah SDM. Ada beberapa tenaga yang sudah pensiun, sehingga personelnya berkurang,” ujarnya.

Nah, kekurangan paling banyak pada tenaga perawat. Solusinya, diantisipasi melalui pengaturan tugas yang ada.

“Dokter mencukupi. Kalau perawat memang ada beberapa yang pensiun, sehingga kami butuh tambahan SDM. Alhamdulillah untuk sementara pelayanan masih bisa dikaver,”jelasnya.

Sebagai puskesmas rawat inap di wilayah perdesaan, Puskesmas Nguter melayani pasien rawat jalan maupun rawat inap.

Selain itu, pelayanan juga didukung empat Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di Desa Celep, Tanjungrejo, Lawu, dan Pondok. Seluruh unit pelayanan tersebut beroperasi enam hari dalam sepekan, mulai Senin hingga Sabtu.

Baca Juga: CFD Sukoharjo Segera Digeser Ke Jalan Veteran, PKL Mulai Didata

Tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan juga terlihat dari jumlah kunjungan pasien yang rata-rata mencapai 150 hingga 200 orang setiap hari. Pada hari-hari tertentu, jumlah kunjungan bahkan dapat menembus 250 pasien. 

Forum Konsultasi Publik tersebut dihadiri unsur pemerintah desa, akademisi, perwakilan masyarakat dari sejumlah desa, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, serta insan media.

Melalui forum itu diharapkan pelayanan Puskesmas Nguter terus meningkat meski masih dihadapkan pada keterbatasan jumlah tenaga kesehatan. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
krisis nakes Forum Konsultasi Publik sukoharjo puskesmas nguter