Investasi Sukoharjo Tembus Rp 580 Miliar, Didominasi Sektor Perumahan dan Kawasan Industri

Iwan Kawul • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 17:58 WIB
Ilustrasi Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sukoharjo. (Iwan Kawul/Radar Solo)
Ilustrasi Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sukoharjo. (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Realisasi investasi di Kabupaten Sukoharjo terus menunjukkan tren positif.

Hingga Semester I Tahun 2026, nilai investasi yang masuk mencapai Rp 580 miliar, meningkat dibandingkan triwulan pertama yang tercatat sekitar Rp 187,4 miliar. 

Investasi pada triwulan kedua melonjak hingga sekitar Rp 388,1 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sukoharjo Djoko "Ipung" Poernomo mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Sukoharjo masih terjaga.

Baca Juga: Prajurit TNI Dibekali Pengelolaan Sampah Mandiri

"Realisasi investasi sampai Semester I tahun 2026 mencapai sekitar Rp 580 miliar. Capaian ini menunjukkan aktivitas investasi di Sukoharjo masih tumbuh dengan baik. Kami terus berupaya memberikan kemudahan perizinan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif agar target investasi tahun ini dapat tercapai," ujarnya, Jumat (31/7).

Ipung menjelaskan, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran masih menjadi penyumbang investasi terbesar di Sukoharjo.

Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan dan reparasi, disusul industri barang dari kulit dan alas kaki, industri tekstil, serta jasa lainnya.

Baca Juga: Eko Sapto Sidak Pasar Kartasura, Ingatkan Renovasi Pantang Molor

Selain didominasi sektor tersebut, investasi di Sukoharjo juga ditopang oleh industri karet dan plastik, hotel dan restoran, transportasi, industri kimia dan farmasi, hingga industri makanan.

Kondisi itu menunjukkan struktur investasi di Sukoharjo semakin beragam dan tidak hanya bertumpu pada satu sektor usaha.

Berdasarkan komposisi investasi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih mendominasi dengan porsi 71,2 persen, sedangkan penanaman modal asing (PMA) sebesar 28,8 persen.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, realisasi investasi tersebut telah menyerap 2.910 tenaga kerja Indonesia (TKI).

Ipung menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat pelayanan perizinan yang cepat, mudah, dan transparan untuk menarik lebih banyak investor.

Menurutnya, masuknya investasi baru tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami optimistis realisasi investasi hingga akhir tahun akan terus bertambah. DPMPTSP akan terus memberikan pendampingan kepada para investor agar proses investasi berjalan lancar sekaligus mendorong terciptanya iklim usaha yang semakin kompetitif di Sukoharjo," pungkasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
iklim investasi perumahan sukoharjo kawasan industri