RADARSOLO.COM – Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Sukoharjo, mencatat sebanyak 319.830 keluarga dengan total 935.659 jiwa.
Data tersebut terbagi dalam kelompok desil 1-10, termasuk keluarga yang belum mendapatkan pemeringkatan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, pemeringkatan DTSEN menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai program perlindungan dan bantuan sosial.
“Data ini terus menjadi dasar dalam menentukan sasaran program sosial. Masyarakat perlu memahami bahwa posisi desil menunjukkan hasil pemeringkatan berdasarkan kondisi sosial ekonomi dalam data yang tersedia,” kata Yunia.
Baca Juga: Cara Cek Desil DTSEN BPS lewat dtsen-form.bps.go.id, Ini Langkah Revisi Data yang Tidak Sesuai
Berdasarkan rekapitulasi DTSEN Kabupaten Sukoharjo, kelompok Desil 1 tercatat sebanyak 25.863 keluarga dengan 75.016 individu.
Kemudian Desil 2 sebanyak 25.259 keluarga atau 78.562 individu. Sementara Desil 3 mencatat 24.529 keluarga dengan 74.967 individu.
Desil 4 sebanyak 24.812 keluarga dengan 72.196 individu, sedangkan Desil 5 sebanyak 23.027 keluarga dengan 70.563 individu.
Dengan demikian, kelompok Desil 1 hingga Desil 5 secara keseluruhan mencapai 123.490 keluarga atau sekitar 38,6 persen dari total keluarga yang masuk dalam pemeringkatan.
Adapun kelompok Desil 6 hingga 10 menjadi kelompok terbesar, yakni mencapai 180.612 keluarga dengan 534.057 individu.
Selain itu, terdapat 15.728 keluarga dengan 30.298 individu yang masuk kategori belum pemeringkatan.
Yunia menjelaskan, keberadaan data tersebut menunjukkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dipetakan secara berjenjang.
Karena itu, apabila masyarakat merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan hasil pemeringkatan, diperlukan proses pengecekan dan pemutakhiran data melalui mekanisme yang telah disediakan pemerintah.
“Kalau ada masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, bisa disampaikan melalui pemerintah desa atau kelurahan untuk dilakukan verifikasi dan pemutakhiran,” ujarnya.
dBaca Juga: Dinsos Karanganyar Banjir Keluhan Perubahan Status Desil
Menurutnya, pemutakhiran data penting agar penyaluran program sosial pemerintah semakin tepat sasaran.
Data sosial ekonomi juga bersifat dinamis sehingga kondisi masyarakat dapat berubah dari waktu ke waktu.
Dinsos Sukoharjo, lanjut Yunia, akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, serta instansi terkait untuk memastikan data yang digunakan dalam penentuan sasaran program sosial semakin akurat.
“Yang paling penting adalah data harus terus diperbarui sesuai kondisi riil masyarakat di lapangan,” tandasnya. (kwl/nik)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo