Pilketos SMAN 3 Sukoharjo Pakai E-Voting, Dapat Pendampingan Langsung Dari KPU

Iwan Kawul • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 16:24 WIB
Jajaran KPU Sukoharjo memeriksa bilik suara pemilihan ketua OSIS SMAN 3 Sukoharjo yang memanfaatkan sistem e-voting, Kamis (10/9). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
Jajaran KPU Sukoharjo memeriksa bilik suara pemilihan ketua OSIS SMAN 3 Sukoharjo yang memanfaatkan sistem e-voting, Kamis (10/9). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Sistem e-voting diterapkan dalam pemilihan ketua OSIS (pilketos) di SMAN 3 Sukoharjo, Senin-Kamis (7-10/9).

Menariknya, sistem ini dikembangkan oleh siswa.

Bahkan sepanjang pelaksanaan mendapat pendampingan khusus dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo.

Pendampingan diberikan Ketua KPU Sukoharjo Syakbani Eko Raharjo beserta jajaran komisioner.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan KPU untuk edukasi dan sosialisasi.

Baca Juga: Properti dan Kulit Sumbang Investasi Terbesar Di Sukoharjo

Menurut Syakbani, pendampingan tersebut bagian dari upaya KPU untuk mengenalkan demokrasi sejak usia sekolah.

Sebab pemahaman demokrasi tidak harus menunggu usia seseorang memenuhi syarat untuk memiliki hak pilih dalam pemilu.

“Demokrasi harus dikenalkan sejak dini. Tidak hanya ketika sudah menjadi pemilih dalam pemilu atau pilkada, tetapi juga bisa dimulai dari lingkungan sekolah melalui pemilihan ketua OSIS,” kata Syakbani, Kamis (10/9).

Pilketos diikuti empat calon ketua OSIS, yang nama dan fotonya ditampilkan dalam sistem e-voting.

Mereka berebut suara 1.000 siswa yang masuk daftar pemilih tetap (DPT), dari kelas X, XI, dan XII. 

Mekanisme pilketos menyerupai pemilu. Diawali presensi dan verifikasi DPT.

Setelah itu, pemilih bergantian masuk ke bilik suara untuk memilih kandidat terbaik.

Sistem e-voting dikembangkan secara mandiri oleh siswa kelas XI, dengan memanfaatkan server berbasis Localhost yang menyimpan tabulasi suara.

Foto para calon ketua OSIS ditampilkan pada layar untuk dipilih dengan mouse maupun layar sentuh.

Namun, saat pelaksanaan muncul kendala teknis, ketika jumlah pengguna bertambah. Server sempat error saat dipakai siswa kelas X.

Baca Juga: Habitat Terbakar, Monyet Ekor Panjang Turun Ke Permukiman Di Bulu Sukoharjo

Alhasil perangkat pemungutan suara dialihkan ke handphone (HP) Android.

“Inovasi ini sangat menarik, karena sistemnya dikembangkan siswa sendiri. Sempat ada kendala teknis pada server, kemudian dialihkan pakai HP Android. Sehingga pelaksanaan berjalan lancar,” imbuh Syakbani.

Tercatat 10 bilik suara disiapkan, masing-masing dilengkapi satu unit HP. Setelah menentukan pilihan, siswa keluar dari bilik dan mencelupkan jarinya ke tinta.

Terkait hasil tabulasi suara, langsung ditampilkan di layar proyektor. Sehingga dalam prosesnya berlangsung transparan.

“Harapannya, anak-anak tidak hanya memahami demokrasi secara teori. Mereka juga mengalami langsung proses pemilihan yang jujur, transparan, dan bertanggung jawab,” bebernya. (kwl)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
Pemilihan Ketua OSIS e-voting SMAN 3 Sukoharjo kpu sukoharjo Pilketos