Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tips agar Privasi Service Area Tetap Terjaga: Pisah dengan Jalur ART

Damianus Bram • Sabtu, 1 Oktober 2022 | 19:00 WIB
GREEN CORNER: Service area biasanya berada di bagian belakang rumah untuk mengurangi kebisingan dari depan. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)
GREEN CORNER: Service area biasanya berada di bagian belakang rumah untuk mengurangi kebisingan dari depan. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)
RADARSOLO.ID - Selain mengenal public area dan private area, di dalam rumah juga ada service area. Ruangan ini mengedepankan privasi seperti kamar tidur atau tempat khusus untuk person tertentu.

Keberadaan service area di dalam rumah juga tak kalah penting seperti area-area lainnya. Seperti namanya, service area ada untuk melayani penghuni rumah sehari-hari. Contohnya, ruang cuci piring, cuci baju, setrika, dapur, jemur pakaian, dan gudang. Bagi pemilik hunian yang dibantu oleh asisten rumah tangga (ART), service area adalah daerah kekuasaannya. Terlebih bagi ART yang tidur di dalam satu rumah dengan pemilik hunian.

Nah, mengatur letak service area tidak boleh sembarangan. Karena area ini biasa dijamah oleh ART, semestinya peletakan service area diatur sedemikian rupa. Agar aktivitas di dalamnya tidak menganggu kenyamanan pemilik hunian di public area atau private area. Lalu bagaimana seharusnya service area diatur?

Pertama, pastikan desain hunian membuat jalur khusus untuk akses ART masuk dari luar menuju service area. Tujuannya, agar ART dan pemilik hunian sama-sama nyaman menjalani aktivitas di dalam rumah. Misalnya, biasanya letak service area berada di bagian paling belakang sisi rumah. Untuk meminimalisasi suara bising dari sumber aktivitas di sana. Seperti cuci piring, cuci baju, atau memasak.

Lalu, bagaimana jika tidak ada jalur khusus untuk ART? Mau tidak mau, ART akan melewati public area untuk menuju service area. Sebenarnya tidak ada masalah. Jika ART sudah dianggap sangat dekat dan akrab oleh penghuni rumah. Sebaliknya, justru pemilik hunian akan merasa kurang nyaman dengan lalu lalang ART menuju ruang service.

Selain soal kenyamanan, pemisahan jalur khusus akses ART dan pemilik hunian juga penting untuk alasan keamanan. Misalnya, pemilik hunian meninggalkan rumah selama berhari-hari, akses public area dan private area tetap aman. Kendati ART tetap berada di dalam rumah.

Bergeser ke luasan service area, sebenarnya tidak ada ukuran ideal seberapa luas service area disediakan di dalam rumah. Menyesuaikan kebutuhan pemilik hunian saja. Selain itu, tidak semua ruangan yang termasuk dalam service area harus ada di dalam rumah. Otomatis bakal semakin meminimalisasi luasan service area.

Misalnya, pemilik hunian lebih memilih mencuci pakaiannya di jasa laundry. Maka di dalam service area tidak perlu lagi disediakan ruang cuci dan setrika baju. Sebaliknya, jika pemilik hunian adalah pehobi masak, otomatis ukuran dapur di dalam service area dibuat lebih luas. Tapi kembali lagi luasan service area tergantung luas hunian secara keseluruhan. Artinya, ukuran service area bisa sangat fleksibel mengikuti luas area yang available.

Nah, meskipun service area bisa didesain tidak begitu lebar, tapi jangan lupakan soal keberadaan kamar ART yang biasanya dekat dengan service area. Sebisa mungkin, kamar ART tidak menjadi satu dengan service area. Alias, tetap terpisah. Sehingga tidak ada ceritanya tumpukan barang-barang disimpan di dalam kamar ART. Jadi tetap utamakan unsur humanity saat mendesain service area. (aya/adi) Editor : Damianus Bram
#desain rumah #Service Area di Rumah #Privasi Service Area