Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pentingnya Ventilasi di Ruangan Ber-AC, Berfungsi Alirkan Udara Bersih

Damianus Bram • Sabtu, 28 Januari 2023 | 19:00 WIB
LEBIH SEHAT: Keberadaan ventilasi sangat dibutuhkan meski ruangan sudah memakai AC. Ventilasi dapat mengganti udara dari kotor menjadi bersih. (JAWAPOS.COM)
LEBIH SEHAT: Keberadaan ventilasi sangat dibutuhkan meski ruangan sudah memakai AC. Ventilasi dapat mengganti udara dari kotor menjadi bersih. (JAWAPOS.COM)
RADARSOLO.ID - Rumah tanpa ventilasi di Indonesia jumlahnya cukup banyak. Biasanya ruanganya yang tidak dilengkapi ventilasi ini adalah kamar tidur. Nah, apakah rumah yang terlanjur tidak berventilasi tetap bisa disiasati?

Ada tiga ventilasi alami yang sesuai standar, tergantung lebar suatu ruangan. Pertama, one side ventilation dengan kondisi ruangan lebar kurang dari 6 meter dan kurang dari 2,5 kali tinggi ruangan. Kedua, cross ventilation dengan lebar kurang dari 15 meter dan kurang dari 5 kali tinggi ruangan. Ketiga, cross and stack ventilation dengan lebar lebih dari 15 meter atau lebih dari lima kali tinggi ruangan.

Desainer Interarch.id, Zia Ghifari menjelaskan, angin mengalir dari tekanan yang tinggi atau suhu udara yang lebih rendah ke tekanan yang rendah atau suhu udara yang lebih tinggi. Maka harus jelas posisinya, antara inlet maupun outlet tempat angin atau udara itu masuk dan keluar.

”Pada konsep cross ventilation yang diterapkan pada hunian bisa dengan memberikan bukaan pada tampak depan rumah,” ungkap Zia.

Ambil contoh, jendela, lubang ventilasi, atau pintu. Nah, karena di sisi depan sudah ada bukaan, maka harus diikuti dengan bukaan yang ada di sisi belakang dari bangunan. Artinya, udara masuk bisa dari depan ke belakang atau sebaliknya. Tergantung mana udara angin itu bergerak.

”Tidak hanya di salah satu sisi saja. Itu terpenting,” ujarnya.

Cara menyiasati rumah yang ventilasinya tidak memenuhi standar berdasarkan rangkuman Jawa Pos Radar Solo yakni dengan memasang exhaust fan. Ada dua pilihan, wall mounted dan ceiling mounted.

Wall mounted lebih murah dan praktis. Namun pemasangannya harus memperhatikan lokasi ruangan. Sebab udara exhaust wajib dibuang ke luar. Otomatis, pemasangan wall mounted harus diletakkan di ruangan yang tidak bersebelahan dengan ruangan lain atau mengarah keluar. Misalnya taman.

Sedangkan ceiling mounted, lebih mahal dan rumit. Tapi bisa dipasang di ruangan mana pun. Asalkan pipanya diarahkan ke luar ruangan. Lalu, apakah pemasangan AC bisa berperan sebagai ventilasi? Jawabannya, tidak. Sebab cara kerja AC hanya mendinginkan atau mengeringkan udara saja.

Nah, udara yang sudah dingin itu kemudian dikembalikan lagi ke dalam ruangan. Artinya, udara yang ada di suatu ruangan tidak diganti dari udara kotor ke udara bersih. Alias udara hanya berputar di dalam ruangan saja. Tanpa ada udara bersih dari luar. Itu sebabnya, meskipun rumah sudah dipasangi AC, tetap membutuhkan ventilasi. Agar udara bersih masuk ke dalam ruangan. Sebaliknya, udara kotor bisa keluar. (aya/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Ruangan Ber-AC #rumah tanpa ventilasi #ventilasi #Interarch.id