Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Daftar Mobil Harian Keluarga yang Masih Bisa Isi Pertalite, Budget Beli BBM Jadi Lebih Irit!

Syahaamah Fikria • Minggu, 24 Mei 2026 | 18:41 WIB
Deretan mobil keluarga dengan kapasitas mesin rendah dan bisa isi BBM Pertalite.
Deretan mobil keluarga dengan kapasitas mesin rendah dan bisa isi BBM Pertalite.

RADARSOLO.COM – Memilih mobil keluarga dengan kapasitas mesin di bawah 1.400 cc kini menjadi strategi cerdas bagi masyarakat untuk menyiasati pengeluaran bulanan agar tidak membengkak. 

Ya, mobil di bawah 1.400 cc tentu menawarkan konsumsi bahan bakar yang efisien dan beban pajak tahunan yang cenderung lebih murah.

Jajaran mobil bermesin ringkas ini rata-rata masih diperbolehkan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis RON 90 atau Pertalite sesuai dengan regulasi kompresi dan rekomendasi pabrikan.

Baca Juga: Mobil Listrik BYD Atto 3 Resmi Meluncur, Jarak Tempuh Tembus 630 Km Sekali Cas

Menggunakan mobil berkapasitas mesin kecil (small displacement) terbukti ampuh membuat anggaran pembelian BBM harian menjadi jauh lebih hemat tanpa mengorbankan mobilitas keluarga. 

Bagi yang sedang berencana membeli kendaraan roda empat atau ingin memastikan status mobil saat ini, berikut adalah daftar lengkap mobil harian keluarga di Indonesia yang masih aman mengonsumsi Pertalite.

Daftar Mobil Keluarga di Bawah 1.400 cc yang Aman Gunakan Pertalite

Berdasarkan spesifikasi teknis dan kubikasi mesinnya, berikut adalah daftar kendaraan dari berbagai pabrikan yang masuk dalam kategori ramah kantong dan ramah BBM subsidi:

Baca Juga: Dongkrak Pasar Premium, Nissan Solo Baru Siapkan Sesi Test Drive 6 Mobil Premium: Siap Kenalkan EV Keren Leapmotor

Pabrikan Toyota dan Daihatsu

- Toyota Agya dan Daihatsu Ayla: Mobil perkotaan (city car) ini dibekali varian mesin 998 cc dan 1.197 cc.

- Toyota Calya dan Daihatsu Sigra: Pilihan utama mobil keluarga segmen Low Cost Green Car (LCGC) berkapasitas 7 penumpang dengan mesin 998 cc dan 1.197 cc.

- Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia: Khusus untuk varian mesin 1.329 cc (1.3L), kedua mobil sejuta umat ini masih masuk dalam zona aman pengisian Pertalite.

- Toyota Raize dan Daihatsu Rocky: SUV kompak modern yang menggendong opsi mesin tangguh 998 cc (Turbo) serta 1.198 cc.

- Daihatsu Sirion: Hatchback andalan anak muda dengan kubikasi mesin sebesar 1.329 cc.

Baca Juga: Perbandingan Mobil Listrik Chery Q Vs Wuling Binguo, Siapa Paling Unggul di Segmen City Car EV?

Pabrikan Honda dan Suzuki

- Honda Brio: Salah satu mobil terlaris di Indonesia dengan kapasitas mesin harian sebesar 1.199 cc.

- Suzuki Ignis: Mengusung konsep urban SUV kompak dengan kubikasi mesin harian mencapai 1.197 cc.

- Suzuki S-Presso: Mobil perkotaan berdesain tangguh yang sangat irit dengan kapasitas mesin hanya 998 cc.

Baca Juga: Mobil Listrik Chery Q Resmi Diperkenalkan di Indonesia, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya

Pabrikan Nissan, Wuling dan Teknologi Hybrid

- Nissan Magnite: SUV subkompak yang efisien dengan mesin 999 cc.

- Nissan March: Kendaraan hatchback legendaris perkotaan dengan kapasitas mesin 1.198 cc.

- Nissan Kicks e-Power: Uniknya, mobil berteknologi elektrik ini masih menggendong mesin konvensional 1.198 cc yang berfungsi sebagai genset pengisi daya baterai.

- Wuling Formo S: Mobil serbaguna untuk keluarga maupun niaga ringan dengan kapasitas mesin sebesar 1.206 cc.

Sesuaikan BBM dengan Rekomendasi Pabrikan

Meskipun deretan mobil di atas secara regulasi kubikasi mesin masih diizinkan menggunakan Pertalite, pemilik kendaraan wajib memperhatikan nilai rasio kompresi mesin masing-masing.

Baca Juga: Mobil Listrik Terlaris April 2026: 10 Besar yang Paling Banyak Dibeli di Indonesia, BYD dan Jaecoo Panaskan Pasar EV

Menggunakan jenis bahan bakar yang ideal dan sesuai dengan buku panduan pemilik kendaraan membawa dampak positif jangka panjang, antara lain:

- Performa Mesin Terjaga: Menghindari gejala mesin mengelitik (knocking) yang bisa menurunkan tenaga mobil.

- Efisiensi Bahan Bakar Optimal: Pembakaran di dalam ruang mesin menjadi lebih sempurna, sehingga jarak tempuh per liter bensin menjadi lebih jauh.

- Komponen Awet: Menekan risiko penumpukan kerak karbon di ruang bakar, sehingga memperpanjang usia pakai suku cadang mesin dan menghemat biaya servis berkala.

Memilih mobil dengan kapasitas di bawah 1.400 cc yang tangguh dan adaptif terhadap BBM RON 90 merupakan langkah preventif terbaik bagi keuangan keluarga di tengah dinamika fluktuasi harga energi global saat ini.

Editor : Syahaamah Fikria
#mobil hemat BBM #mobil kecil #pertalite #BBM subsidi #mobil keluarga