RADARBOYOLALI.COM-Jalur Solo Selo Borobudur (SSB) Boyolali menyajikan panorama alam pegunungan yang elok.
Salah satu spot yang sering disambangi di jalur ini adalah tikungan Irung Petruk, Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.
Tikungan Irung Petruk menyajikan spot untuk menikmati matahari terbit (sunrise). Lokasinya sangat mudah diakses.
Dari Kecamatan Cepogo, ambil arah ke barat di Jalan SSB. Setelah melewati jembatan Grawah, akan bertemu dua cabang jalan. Yakni, ke arah utara menuju desa perajin tembaga Tumang.
Sedangkan lurus menuju Selo-Magelang. Ambil ke arah barat di jalan SSB.
Dari kejauhan patung Petruk berwarna hitam setinggi tiga meter seolah menjadi penanda.
Tikungan Irung Petruk memang termasuk ekstrem. Memiliki sudut tikungan sekira 30 derajat. Ciri khas tokoh pewayangan berhidung super mancung itu kerap menjadi lokasi nongkrong dan spot selfie.
Di sisi timur memperlihatkan hamparan luas Kota Solo dan sekitarnya. Di sisi selatan Gunung Merapi dan Bukit Bibi berdiri megah.
Pada Rabu (29/11/2023) pagi, keluarga kecil, terdiri dari ayah ibu dan anak balita duduk di tepi tebing beralas tikar.
Mereka menghadap ke timur menunggu matahari terbit. Menikmati minuman hangat, camilan tempe goreng dan nasi bandeng. Matahari tampak malu-malu bersembunyi di balik mendung.
Ada juga dua wisawatan dari Kebumen yang mampir di warung wedangan Irung Petruk.
”Kami dari Kebumen mau ke Jawa Timur, sengaja lewat jalur pegunungan karena suasananya sejuk. Selain itu, memang sering lewat sini dan jalur tercepat. Ini mampir ke sini sambil ngopi dulu, sambil menikmati matahari terbit,” beber Raharjo kepada radarboyolali.com.
Tak hanya menikmati sunrise, ada juga warung wedangan untuk penghangat tubuh. Salah satunya warung Irung Petruk milik Yuni Asih.
Sejak Subuh, dia sudah menata dagangannya. Mulai dari nasi bandeng seharga Rp 3.000 per bungkus, tempe goreng hangat Rp 1.500, berbagai minuman penghangat seharga Rp 3.000-Rp 4.000.
”Paling ramai Sabtu, Minggu dan hari libur. Ramai tiap Subuh sama habis Ashar. Disediakan tiker juga. Yang datang beragam. Dari Kota Solo, Semarang, Boyolali Kota, bahkan pas libur ada dari Jakarta,” terangnya.
Yuni mengamini, tikungan Irung Petruk memang menjadi favorit nongkrong anak-anak muda hingga tua. Bahkan pada saat Covid-19, banyak pesepeda onthel yang berkunjung setiap harinya.
Selain suasanya yang syahdu untuk menikmati pagi. Tikungan ini juga menyajikan panorama alam indah dengan hamparan lembah yang menyegarkan. (rgl/adi)
Editor : Tri Wahyu Cahyono