Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ikan Asap Khas Kemusu, Kabupaten Boyolali: Gurihnya Merasuk sampai ke Tulang

Ragil Listiyo • Sabtu, 6 Januari 2024 | 14:00 WIB
Menu khas Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali berupa ikan asap.
Menu khas Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali berupa ikan asap.

RADARSOLO.COM-Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali dilintasi sungai-sungai besar yang bermuara di Waduk Kedung Ombo (WKO).

Airnya tak pernah kering, sehingga habitat ikan-ikan di sungai terjaga. Kondisi ini membawa berkah bagi warga sekitar, lewat kuliner khas serbaikan.

Aroma ikan asap menyebar dari salah satu stan pameran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Boyolali, belum lama ini. Menariknya baru dibuka satu jam, lapak tersebut langsung tutup. Karena dagangannya ludes terjual.

Ya, lapak tersebut menyajikan kuliner khas serbaikan sungai khas Kemusu. Menunya cuma dua, ikan asap dan pepes telur ikan. Soal rasa, jangan ditanya. Sedapnya nendang.

“Ikan asap dan pepes telur ikan ini khas WKO. Khas Kemusu dan asli ikan dari WKO,” kata Nita Nurani, penjual ikan asap dan pepes telur asal Kemusu.

Menu ikan asap menggunakan ikan jenis nila. Selain dagingnya gurih dengan struktur tulang tidak terlalu rapat, aroma asap dari arang yang dibakar sangat menggugah selera.

Rasa manis, asin, dan gurihnya daging nan lembut karena proses pembakaran, menyatu dengan nasi yang disajikan.

Proses pembuatan ikan asap sangat mudah. Pertama, ikan dibumbui dengan bawang, garam, dan empon-empon yang dihaluskan. Tak lupa diberi kecap untuk memunculkan rasa legit pada daging ikan.

Setelah ikan mentah diguyur aneka bumbu, kemudian diikat pada batang bambu. Lalu naik ke pembakaran untuk proses pengasapan.

Penikmat kuliner wajib bersabar, karena proses pengasapan hingga matang membutuhkan waktu lumayan lama.

“Kalau pepesnya dibikin dari telur ikan gabus. Jadi ikanya dibumbui pakai rempah-rempah khas agar tak amis. Tapi rasa khas telur ikan gabus masih terasa. Rasanya cenderung pedas dan gurih,” beber Nita.

Setelah dibumbui, telur ikan dibungkus daun pisang. Setelah itu pepes dipanggang dengan bara api secukupnya sampai matang.

“Kuliner ini khas Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu. Meski minimalis, pepes telur ikan ini terasa gurihnya dan cocok untuk lauk,” bebernya.

Soal harga, satu tusuk ikan asap dibanderol Rp 10 ribu. Begitu pula pepes telur ikan.

“Kalau pas ada pameran dan jualan di Boyolali, bawa ratusan tusuk, sejam langsung ludes,” kata Nita. (rgl/fer)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Boyolali #kemusu #pepes #ikan asap #kuliner khas