Kebun jambu air ini berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lokasinya cukup menarik dikunjungi. Apalagi saat musim hujan seperti ini, waktu yang tepat untuk menikmati jambu air yang sedang berbuah.
Jarak yang ditempuh sekitar 16 kilometer dari pusat Kota Sragen, atau 50 kilometer dari Kota Solo. Hanya butuh waktu 1 jam perjalanan jika akan mengunjungi lokasi. Mengingat lokasinya tidak terlalu jauh dari pintu tol Sragen Timur, hanya sekitar 5 kilometer.
Kebun dengan luas sekitar 7.000 meter persegi ini dikelola perorangan. Masyarakat umum bisa menikmati sepuasnya dengan petik buah langsung dari pohonnya. Kebun ini tergolong masih baru karena dibuka pada 2020 lalu.
Tidak hanya satu jenis jambu air, namun ada beberapa jenis jambu air ditamam di kebun ini. Seperti jambu air madu deli hijau, jambu air dalhari dan jenis Taiwan super greenyang tumbuh lebat dan buahnya banyak. Kebun ini terbagi dua petak dan terdapat 1.000 pohon jambu.
Lokasinya juga aman dan ramah untuk anak-anak. Selain itu sekaligus mengajarkan pengalaman bagi anak-anak terkait buah jambu air. Pengunjung hanya dikenai tiket Rp 15 ribu per orang dewasa, sedangkan anak-anak gratis.
Pemilik kebun Widodo, 40 mengungkapkan, saat ini kebun jambu miliknya sudah siap panen. Dia mempersilahkan masyarakat berkunjung sembari menikmati buah-buahan.
”Saat ini sudah mulai panen, silahkan bagi para pengunjung yang ingin rekreasi keluarga ini bisa jadi salah satu alternatif,” ujarnya.
Sayangnya kondisi buah tahun ini tidak seperti sebelumnya akibat musim panen cuaca kurang bersahabat. Ditambah beberapa buah juga mengalami serangan hama. Dengan dibuka langsung kunjungan wisata ke kebun jambu ini, akan membantu penjualan. Selain itu pengunjung bisa menikmati suasana alam. Warga juga bisa swafoto di lokasi kebun jambu.
”Pengunjung yang rekreasi bersama keluarga bisa petik buah sendiri dan foto selfie di sini atau makan sepuasnya,” bebernya.
Biasanya jika ramai pengunjung, baik dari dalam Sragen maupun luar kota pihaknya sampai tidak sempat menjual buah ke pedagang. Buah jambu langsung diserbu para pengunjung.
”Kalau puncak seperti saat ini Agustus-Oktober, bersamaan dengan buah mangga, harganya juga kalah bersaing,” terangnya.
Kebun buah ini terinspirasi dari berbagai daerah. Sebelum difungsikan sebagai tempat wisata, lahan miliknya hanya sekadar kebun biasa untuk produksi. Namun setelah melihat di kabupaten lain banyak yang memanfaatkan potensi kebun buah untuk wisata, dia tertarik mengembangkan agrowisata.
”Kebetulan di Sragen untuk yang punya konsep seperti ini belum banyak. Maka kita berani untuk mencoba kembangkan. Kebetulan sebelumnya juga sudah ada beberapa orang yang membeli ke kebun langsung,” ungkapnya.
Salah seorang pengunjung Dwi prihatin warga Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe mengaku senang bisa menikmati suasana alam dan petik jambu langsung.
”Tidak sia-sia jauh jauh datang kesini, ini bisa petik buah langsung dan makan buahnya,” ujarnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram