WISATA perahu ini sangat mudah dijangkau lokasinya. Berada di Kluwih, Desa Lengking, Kecamatan Bulu. Akses jalan kendaraan pribadi sudah baik dan mudah ditempuh, tak begitu jauh dari Sukoharjo kota.
Wisata perahu ini tak lepas dari konsep Taman Kalaseba yang dikembangkan masyarakat setempat sejak 2019 lalu. Lahan di bantaran Sungai Bengawan Solo seluas 2.500 meter persegi yang awalnya berupa semak belukar dan tempat sampah liar, disulap menjadi taman indah nan cantik.
”Pembangunan Taman Kalaseba berawal dari keprihatinan warga Kluwih, Desa Lengking. Tidak nyaman, erosi mengikis bibir sungai, semak belukar, banyak sampah dibuang di pinggir sungai. Lalu kita bersihkan, kita biayai hingga jadi taman,” kata pengelola sekaligus penggagas Taman Kalaseba, Gunadi.
Hingga saat ini, Taman Kalaseba semakin asri. Aneka bunga tumbuh warna-warni, pepohonan rindang mulai tumbuh membuat suasana teduh. Selain sebagai area publik, Taman Kalaseba juga dipakai untuk kegiatan pertunjukan seni dan budaya bagi warga setempat.
”Di Taman Kalaseba juga dilengkapi dengan wisata air. Pengunjung bisa menikmati susur Sungai Bengawan Solo menggunakan perahu,” sambung Gunadi.
Perahu dengan bahan fiber didatangkan dari Pacitan, Jawa Timur. Perahu berkapasitas 12 orang, lengkap dengan pelampung. Bermesin penggerak diesel, perahu sanggup membelah aliran sungai Bengawan Solo yang deras.
”Semula kami pakai perahu bambu, tapi kita pikir safety-nya kurang. Jadi kita beli perahu fiber kira-kira Rp 15 jutaan,” imbuh Gunadi.
Setiap pengunjung wajib menggunakan pelampung yang disediakan demi keselamatan. Dari dermaga Taman Kalaseba, pengunjung akan dibawa ke berbagai tujuan sesuai tarif yang dibayarkan.
”Safety kami utamakan, kami gak bakal operasikan kalau safetynya kurang," bebernya.
Ada paket perjalanan yang ditawarkan. Untuk yang perjalanan reguler jaraknya tidak jauh, paling hanya sampai Jembatan Lengking. Pulang pergi sekitar 1 kilometer. Itu pun, penumpang perahu sudah bisa menikmati indahknya bantaran Sungai Bengawan Solo yang hijau, dan tentunya sensasi adrenalin dalam setiap deburan ombak perahu yang memecah arus sungai legendaris itu.
Bahkan, jika mengambil paket yang jauh sampai Jembatan Banmati, bakal menikmati pemandangan yang lebih menakjubkan. Ada layaknya pulau-pulau di tengah sungai. Untuk paket perjalanan, bisa diisi lima sampai enam orang, dengan harga tarif sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu.
”Kalau paket ya jauh, paket 1 dari Kalaseba sampai Pagutan, lalu paket 2 dari Kalaseba sampai Tempuran dan Paket 3 dari Kalaseba sampai Jembatan Banmati, PP sekitar 5 kilometer,” tandasnya. (kwl/adi) Editor : Syahaamah Fikria