Fungsi utama Embung Banteng, untuk pengairan lahan pertanian warga Dusun Ngunut. Letaknya yang tepat di atas perbukitan, berpotensi menjadi objek pariwisata baru. Sekaligus menambah pendapatan asli desa (PADes).
Sayangnya, Embung Banteng belum ditunjang sarana-prasarana (Sarpras) memadai. Terutama akses jalan yang masih berupa tanah. Sehingga agak menyulitkan pengunjung, terutama di musim penghujan.
Selain itu, sarpras lainnya juga masih kosong melompong. Baik itu toilet, pusat kuliner, hingga tempat bagi pengunjung untuk bersantai. Padahal lahan yang ada di sekitar embung masih cukup luas. Ditumbuhi rerimbunan pepohonan rindang.
Kepala Desa (Kades) Ngambarsari Fitri Hanany mengaku sudah punya rencana untuk mengembangkan Embung Banteng. Terinspirasi embung di Desa Wisata Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Bantul, DI Jogjakarta.
“Saya dan perangkat desa sudah bimtek (bimbingan teknis) dan studi banding ke sana. Menurut saya, banyak kesamaan antara Embung Banteng dengan Embung Nglanggeran. Alamnya berupa perbukitan mirip sekali,” ungkapnya, kemarin (9/9).
Diakui Fitri, pengembangan potensi wisata di Embung Nglanggeran butuh proses cukup panjang. Serta anggaran yang lumayan besar. Karena itu, pengembangan Embung Banteng akan mengadopsi Embung Nglanggeran. Dilakukan secara bertahan, karena keterbatasan dana desa (DD) yang dimiliki.
“Area di sekitar Embung Banteng merupakan tanah kas desa. Menurut saya sangat potensial untuk dikembangkan. Tapi memang saat ini anggaran desa sangat terbatas,” imbuh Fitri.
Rencana awal, akan dibangun akses jalan menuju Embung Banteng. Didukung area parkir yang luas, toilet, serta panggung untuk menggelar aneka event. Selain itu, juga akan dikembangkan perkebunan durian dan mangga di sekitar loaksi.
“Kalau ada panggung, kan nanti bisa mengadakan pertunjukan di sana untuk menarik minat pengunjung. Kalau pengadaan bibit durian dan mangga, kami pernah mengajukan ke BBWSBS (Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo),” papar Fitri.
Sementara itu, keindahan alam Embung Banteng sangat potensial untuk menarik minat kunjungan wisatawan. Dibuktikan saat event Senam Sicita, belum lama ini. Setelah video event tersebut diunggah ke media sosial, banyak menuai komentar positif. Mayoritas memuji keindahan lokasi tersebut.
“Ke depan akan kami kembangkan sebagai objek wisata. Saat ini BUMDes (badan usaha milik desa) juga sudah ada. Unit usahanya juga ada. Tinggal nanti menambah unit usaha wisata. Apalagi karang taruna Dusun Ngunut kompak sekali,” beber Fitri. (al/fer) Editor : Damianus Bram