RADARSOLO.COM - Wisata Edukasi Religi (WER) Qolbu Boyolali menjadi daya pikat baru bagi wisatawan luar kota.
Selain untuk latihan peribadatan di Tanah Suci, WER dibuat sangat realistis menyerupai tempat-tempat ibadah di Makkah dan Madinah.
WER Qolbu Boyolali berdiri di lahan seluas tiga hektare. Tepatnya di bekas pasar hewan Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali.
Setelah membeli tiket seharga Rp 20 ribu, pengunjung akan diberi karcis tiket serta kertas paspor dan memasuki pintu masuk.
Petugas akan mengecap kertas yang tampak seperti paspor itu. Hal itu menggambarkan suasana kedatangan di Bandara Tanah Suci.
Sayup-sayup, lantunan Talbiyah terdengar dari pintu luar. Anak-anak usia SD hingga SMA dan dewasa mengenakan pakaian ihram.
Mereka mengelilingi replika Kakbah dan merapalkan bacaan Talbiyah bersama-sama. Ada juga yang mempraktikan ibadah Sai dengan berlari-lari kecil di antara bukit Safa dan Marwa.
Ya, WER Qolbu menjadi andalan wisata baru. Baru diresmikan awal Januari lalu, tempat wisata replika Makkah dan Madinah itu menyedot ribuan wisatawan luar kota.
Mereka datang menggunakan bus-bus yang terparkir di halaman. Tiket masuknya cukup terjangkau Rp 20 ribu untuk umum dan Rp 10 ribu untuk pelajar.
”Alhamdulillah, WER Qolbu per 1 Januari dibuka umum. Khalayak yang datang ke sini antusiasnya bagus. Kebanyakan ingin belajar atau manasik haji maupun umrah. Ada yang dari sekolah maupun biro haji umrah dan umum,” jelas pengelola dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Sapta Sembada pada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (1/2).
Pengunjung WER Qolbu sendiri melebihi prediksi awal. Dalam sehari, jumlah pengunjung rata-rata menyentuh 1.600 orang.
Baik dari Solo Raya maupun luar Jawa Tengah. Seperti Mojokerto, Pacitan, Cirebon, dan lainnya.
”Sampai saat ini (per Januari,Red), pengunjung di sini sudah sampai 46 ribu orang. Itu dari berbagai usia, dari anak-anak playgroup hingga umum,” tambahnya.
Sapta juga memperlihatkan berbagai fasilitas di WER Qolbu. Tempat wisata edukasi ini dilengkapi dengan aula, ruang pertemuan dan replika tempat ibadah.
Di antaranya, Masjid Nabawi, Masjidil Haram mulai dari replika Kakbah, tempat Thawaf, tempat Sai.
Lalu ada juga replika untuk ibadah haji, seperti replika Arafah, Muzdalifah, Mina dan Jamarat. Sehingga lahan seluar tiga hektare ini bisa digunakan untuk praktik ibadah umrah dan haji yang cukup lengkap.
Selain itu, pengelola juga menyediakan empat kursi roda bagi disabilitas. Seluruh peralatan di WER Qolbu dipinjamkan secara gratis.
”Tahun ini kami ada pengembangan fasilitas. Untuk penyempurnaan ruang penerimaan tamu. Lalu ada juga beberapa komponen interior yang ditambahkan serta nanti untuk lanskap. Untuk lanskap-nya nanti, ya ada taman-taman, kebun kurma dan InsyaAllah direalisasikan tahun ini,” ungkapnya.
Sapta memperlihatkan lahan yang masih belum digarap. Nantinya, lahan itu akan dijadikan taman penunjang. Dan akan diisi dengan tanaman kurma asli.
Dia berharap, WER Qolbu bisa menjadi seperti oase, yakni, tempat belajar yang nyaman tentang agama dan ibadah Haji serta Umrah.
”Di replika Madinah juga akan dibuatkan replika pagar makam Rasulullah. Lalu replika Mimbar Nabi Muhammad, jadi kalau ada pengunjung yang mau belajar tentang ibadah itu akan mendapat gambaran lebih detail,” tandasnya. (rgl/adi)
Editor : Damianus Bram