RADARSOLO.COM - Wisata murah meriah bahkan tanpa budget dengan panorama alam yang indah bisa didapatkan di Dam Colo Sukoharjo.
Di tempat ini ada banyak pilihan yang bisa ditawarkan, mulai dari susur sungai hingga berburu foto.
Destinasi wisata di ujung timur Kabupaten Sukoharjo ini merupakan sebuah bendungan pengatur irigasi pertanian yang sayang jika dilewatkan.
Bendungan Colo ini berada di Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.
Bendungan ini berbatasan dengan Desa Sendangijo, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.
Jadi destinasi wisata bendungan ini bisa diakses dari arah Wonogiri maupun Sukoharjo.
”Kalau budget cupet, bisa berkunjung ke Dam Colo. Lokasinya memang agak jauh dari jalan Solo-Wonogiri, tapi dekat dengan destinasi wisata lain seperti Desa Wisata Jangglengan yang hanya 2-3 kilo meter saja. Ada juga Telaga Claket di Desa Sendang Ijo, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri,” kata Agus Widanarko, pegiat Pariwisata di Sukoharjo.
Sebagai salah satu kawasan rekreasi murah, Dam Colo memiliki beberapa spot foto yang instagramable dan cocok untuk bersantai.
Selain pemandangannya yang indah, tempat piknik ini juga memiliki banyak warung di sekitarnya.
Rute menuju bendungan ini sudah baik, sehingga mudah diakses bahkan oleh rombongan sekalipun.
”Bus besar bisa, bahkan tak jarang warga yang menggunakan sepur kelinci. Kalau mau bepergian ke tempat wisata di sekitarnya, rekomendasinya ya pakai sepeda motor, atau mobil pribadi,” katanya.
Tidak hanya sekadar bendungan saja, namun panorama dan suasana di sekitar Dam Colo begitu indah.
Waktu yang direkomendasikan yakni pada akhir musim hujan, sekitar Maret sampai Juni. Pada waktu-waktu itu, hijaunya rerumputan, pepohonan, dan perbukitan yang mengelilingi bendungan akan terlihat memukau dengan latar langit biru jika hari cerah.
”Waktu yang tepat adalah ketika pagi atau sore hari,” katanya.
Di Dam Colo, jika tidak hujan, bisa berjalan kaki ke sisi barat bendungan yang permukaan sungainya lebih rendah dibandingkan sisi timur.
Dari sisi barat, bisa melihat betapa derasnya aliran air bendungan. Pemecah air berbentuk kotak yang dipasang di aliran sungai di bawah bendungan, menawarkan keindahan tersendiri.
”Ada banyak spot foto di sekitar Dam Colo yang sangat instagramable. Salah satu gambar yang paling sering difoto adalah kotak beton yang berada di sungai di bawah bendungan. Namun kotak beton ini hanya muncul pada musim kemarau. Tatanan kotak yang rapi dan simetris, membuat foto terlihat estetik,” katanya.
Untuk memasuki wisata Dam Colo, pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali alias gratis.
Tempat parkir juga luas, tapi kendaraan roda empat tidak diperbolehkan melewati jembatan di atas bendungan, hal ini untuk memperpanjang usia jembatan.
”Masuk ke area Dam Colo gratis, parkir juga gratis, di bawah rimbunnya pohon. Sekalian bisa aneka jajanan di warung-warung di bawah rindangnya pohon. Buruan datang, sebelum kemarau datang. Karena kalau kemarau, debit air kecil,” tandasnya. (kwl/adi)
Editor : Damianus Bram