Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Menjelajahi Keagungan Majapahit: 10 Candi dan Situs Sejarah di Mojokerto yang Wajib Masuk Lis Wisata

Niko auglandy • Minggu, 11 Agustus 2024 | 03:43 WIB

 

Candi Brahu terletak di Dusun Muteran, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Candi Brahu terletak di Dusun Muteran, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
 

RADARSOLO.COM – Mojokerto adalah sebuah kota kecil di Jawa Timur, menyimpan segudang warisan sejarah yang tak ternilai. Sebagai pusat dari Kerajaan Majapahit yang pernah berjaya di nusantara, Mojokerto menawarkan berbagai destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dijelajahi.

Berikut ini adalah 10 candi dan situs sejarah di Mojokerto yang wajib menjadi rujukan bagi para wisatawan yang ingin menelusuri jejak kejayaan Majapahit.

1-Candi Brahu

Pertama, Candi Brahu yang terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, sekitar 10 km dari pusat kota Mojokerto. Candi ini dibangun pada abad ke-10 oleh Raja Mpu Sindok dari Kerajaan Medang, dan kemudian digunakan pada masa Kerajaan Majapahit.

Candi Brahu dipercaya sebagai tempat upacara keagamaan dan kremasi raja-raja Majapahit. Dengan arsitektur khas batu bata merah dan tinggi mencapai 25,7 meter, Candi Brahu memancarkan keagungan masa lalu yang masih terjaga hingga kini.

Kondisi candi yang baik dan terawat menjadikannya salah satu destinasi populer di Mojokerto. Pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang untuk menikmati keindahan candi ini.

2-Candi Bajang Ratu

Beranjak sedikit ke Desa Temon, Kecamatan Trowulan, sekitar 11 km dari pusat kota, terdapat Candi Bajang Ratu. Candi ini dibangun pada abad ke-14 sebagai gerbang menuju istana Raja Jayanegara. Nama "Bajang Ratu" sendiri merujuk pada Jayanegara yang menjadi raja saat masih sangat muda (bajang).

Relief-relief epik Ramayana yang menghiasi gapura ini menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan. Kondisi candi yang masih cukup baik, meskipun ada beberapa bagian yang mengalami pelapukan, tetap memancarkan keindahan artistik dari masa Majapahit. Harga tiket masuk ke candi ini adalah Rp 10.000 per orang.

3-Candi Tikus

Tak jauh dari sana, terdapat Candi Tikus, sebuah situs sejarah yang unik dan menarik. Candi yang berbentuk kolam dengan struktur bertingkat ini diduga digunakan sebagai pemandian suci kerajaan Majapahit.

Ditemukan pada tahun 1914 di Desa Temon. Candi Tikus menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah Majapahit.

Nama "Tikus" diberikan oleh penduduk setempat karena banyaknya tikus yang bersarang di sana sebelum situs ini ditemukan. Kondisi candi yang baik dan terawat membuatnya nyaman untuk dikunjungi, dengan harga tiket masuk sebesar Rp 7.000 per orang.

4-Candi Wringin Lawang

Di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, sekitar 13 km dari pusat kota, berdiri Candi Wringin Lawang yang megah. Candi ini, yang berarti "Pintu Beringin," diperkirakan dibangun pada abad ke-14 sebagai pintu gerbang utama menuju pusat kerajaan Majapahit.

Gapura besar ini, dengan desain simetrisnya yang khas, menjadi salah satu bukti kejayaan arsitektur Majapahit. Dengan harga tiket masuk hanya Rp 5.000 per orang, wisatawan dapat menikmati keindahan dan keunikan candi ini dalam kondisi yang masih baik.

5- Candi Kedaton

Masih di Kecamatan Trowulan, Candi Kedaton di Desa Sentonorejo menawarkan pengalaman berbeda. Candi ini diyakini sebagai bagian dari istana Majapahit, dan berbagai artefak, termasuk reruntuhan tembok dan keramik, telah ditemukan di sekitar situs ini.

Relief dan arsitektur candi yang rumit menunjukkan keahlian seni pada masa itu. Meskipun ada beberapa bagian yang mengalami kerusakan, Candi Kedaton tetap memikat pengunjung dengan keindahannya. Tiket masuk ke situs ini hanya Rp 7.000 per orang.

6- Candi Gentong

Sementara itu, di Desa Jati Pasar, terdapat Candi Gentong yang merupakan bagian dari kompleks candi yang lebih besar. Meskipun tidak utuh, candi ini tetap menarik untuk dikunjungi, terutama bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam tentang sejarah Majapahit.

Keunikan dari Candi Gentong terletak pada bentuknya yang sederhana namun khas, mencerminkan kebesaran masa lalu. Wisatawan dapat mengunjungi situs ini secara gratis, meskipun donasi untuk pemeliharaan sangat dihargai.

 

7- Situs Sumur Upas

Di tempat yang sama, Situs Sumur Upas menjadi salah satu destinasi wisata yang sarat dengan legenda. Sumur kuno ini diyakini memiliki air yang beracun dan digunakan dalam ritual tertentu pada masa Majapahit.

Menurut cerita rakyat, air dari sumur ini digunakan untuk menyingkirkan musuh kerajaan. Kondisi sumur yang terawat baik membuatnya layak untuk dikunjungi, dengan tiket masuk seharga Rp 3.000 per orang.

8- Candi Menak Jinggo

Candi Menak Jinggo juga wajib dikunjungi. Situasi ini menawarkan relief yang menggambarkan kisah-kisah epik Jawa, seperti Menak Jinggo dan Damarwulan. Candi ini terkait dengan tokoh Menak Jinggo, seorang raja dalam legenda Jawa yang berperang melawan Majapahit.

Meskipun ada beberapa kerusakan kecil, candi ini tetap terawat dan menjadi salah satu tujuan wisata sejarah yang menarik. Pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 5.000 per orang.

9- Museum Trowulan

Bagi yang ingin lebih mengenal sejarah Majapahit secara menyeluruh, Museum Trowulan adalah destinasi yang tepat. Terletak di Jalan Raya Trowulan, museum ini hanya berjarak sekitar 11 km dari pusat kota Mojokerto.

Museum ini menyimpan berbagai artefak penting dari masa Kerajaan Majapahit, termasuk patung, prasasti, dan keramik.

Dengan fasilitas modern dan pameran yang terorganisir dengan baik, Museum Trowulan memberikan pengalaman edukatif yang mendalam bagi para pengunjung. Tiket masuk ke museum ini adalah Rp 10.000 per orang.

10-Candi Bangkal

Terakhir, Candi Bangkal di Desa Bangkal, Kecamatan Puri, sekitar 10 km dari pusat kota, menawarkan suasana yang tenang dan spiritual.

Candi kecil ini dibangun pada masa Majapahit dan meskipun ukurannya kecil, arsitekturnya yang sederhana tetap menampilkan keindahan khas Majapahit. Candi ini dalam kondisi yang cukup baik, meskipun ada tanda-tanda pelapukan.

Wisatawan dapat mengunjungi candi ini dengan tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang.

Mojokerto, dengan kekayaan sejarahnya, menawarkan berbagai destinasi wisata yang sarat dengan cerita dan legenda masa lalu. Setiap candi dan situs sejarah yang ada di sini tidak hanya memberikan gambaran tentang kejayaan Majapahit, tetapi juga membawa kita kembali ke masa ketika kebudayaan dan spiritualitas menjadi pusat kehidupan masyarakat.

Dengan akses yang relatif mudah dan harga tiket yang terjangkau, menjelajahi situs-situs ini akan menjadi pengalaman yang berharga bagi setiap wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam sejarah Nusantara. (nik)

Editor : Niko auglandy
#situs sejarah #mojokerto #candi