Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

10 Rekomendasi Wisata Candi di Magelang Yang Wajib Dikunjungi, Bisa jadi Rujukan Saat Liburan Selain Ke Borobudur

Niko auglandy • Minggu, 11 Agustus 2024 | 14:00 WIB
Candi Borobudur jadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Jawa Tengah.
Candi Borobudur jadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Jawa Tengah.

RADARSOLO.COM - Magelang, sebuah kota yang kaya akan sejarah dan budaya, memiliki banyak candi yang tidak hanya indah tetapi juga sarat dengan nilai sejarah. Berikut adalah beberapa candi yang wajib Anda kunjungi ketika berada di Magelang. Setiap candi ini menawarkan pengalaman yang berbeda, mulai dari keagungan arsitektur hingga keindahan alam sekitar.

1. Candi Borobudur

Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Candi ini terkenal dengan struktur stupa berlapis yang menjulang tinggi dan diukir dengan ribuan relief yang menggambarkan ajaran Buddha.

Terletak sekitar 15 km dari pusat Kota Magelang, candi ini menawarkan pemandangan matahari terbit yang sangat menakjubkan, membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata yang paling populer di Indonesia.

Untuk masuk, wisatawan domestik dikenakan tiket sebesar Rp50.000, sementara wisatawan asing dikenakan Rp 375.000.

2. Candi Mendut

Candi Mendut, yang terletak sekitar 8 km dari Kota Magelang, adalah salah satu dari tiga candi yang berada dalam satu garis lurus dengan Candi Borobudur dan Candi Pawon.

Dibangun pada abad ke-9, candi ini memiliki arsitektur unik dengan patung Buddha setinggi 3 meter di dalamnya, yang menggambarkan Buddha sedang duduk dengan tangan terbuka.

Keunikan dari Candi Mendut adalah kehadiran tiga arca besar di dalam ruangannya, termasuk arca Buddha Sakyamuni, Bodhisattva Avalokitesvara, dan Bodhisattva Vajrapani.

Candi Mendut terletak di Dusun Mendut, Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Tiket masuk ke Candi Mendut adalah Rp10.000 per orang.

3. Candi Pawon

Terletak sekitar 10 km dari pusat Kota Magelang, Candi Pawon memiliki keunikan tersendiri. Candi ini diperkirakan sebagai tempat penyimpanan abu Raja Indra, salah satu raja Dinasti Syailendra.

Meskipun ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Borobudur dan Mendut, Candi Pawon memiliki relief yang sangat detail dan indah, menggambarkan sosok Dewa Kuvera, dewa kekayaan dalam agama Hindu. Keistimewaan lainnya adalah candi ini terletak di antara Candi Borobudur dan Candi Mendut, seolah menghubungkan dua candi besar tersebut.

Candi kecil ini berada di Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Tiket masuk ke Candi Pawon juga hanya Rp 10.000 per orang.

4. Candi Ngawen

Sekitar 16 km dari Kota Magelang, Anda akan menemukan Candi Ngawen yang berdiri dengan megah. Candi Buddha ini terdiri dari lima candi kecil yang berada di atas sebuah punden berundak.

Keunikan Candi Ngawen terletak pada patung singa di empat sudut candi yang memberikan nuansa berbeda dibandingkan dengan candi-candi lainnya di Magelang. Dibangun pada masa Dinasti Syailendra, candi ini memiliki relief yang mencerminkan kehidupan masyarakat pada zaman dahulu.

Candi ini berada di Dusun Ngawen, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Menariknya, Anda bisa mengunjungi Candi Ngawen tanpa dikenakan biaya tiket masuk.

5. Candi Umbul

Candi Umbul adalah pemandian air panas alami yang telah ada sejak zaman Mataram Kuno, terletak sekitar 20 km dari Kota Magelang.

Candi ini terletak di Dusun Candi Umbul, Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Tiket masuk ke Candi Umbul hanya Rp10.000 per orang.

Selain sebagai candi, tempat ini juga terkenal sebagai lokasi pemandian air panas yang masih digunakan hingga saat ini. Air panas di sini dipercaya memiliki khasiat penyembuhan, menjadikan Candi Umbul tempat yang menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan relaksasi alami. Di sekitar kolam pemandian, Anda masih bisa melihat beberapa relief kuno yang menghiasi batu-batu candi.

6. Candi Selogriyo

Untuk Anda yang menyukai petualangan dan keindahan alam, Candi Selogriyo adalah pilihan yang tepat. Terletak di lereng bukit sekitar 30 km dari Kota Magelang, candi ini menawarkan pemandangan alam yang luar biasa indah.

Candi Hindu ini dibangun pada abad ke-8 dan didedikasikan untuk Dewa Siwa. Keunikan Candi Selogriyo adalah lokasinya yang terpencil dan dikelilingi oleh hamparan sawah terasering, memberikan suasana yang tenang dan damai. Pengunjung bisa menikmati keindahan arsitektur candi sekaligus merasakan kesejukan udara pegunungan. 

Candi ini berada di Dusun Campurejo, Desa Candisari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

7. Candi Lumbung

Candi Lumbung merupakan bagian dari kompleks candi yang lebih besar bersama dengan Candi Asu dan Candi Pendem. Candi ini terletak di Dusun Tlatar, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, sekitar 25 km dari Kota Magelang.

Candi Lumbung adalah candi Buddha yang dibangun pada masa Dinasti Syailendra. Meskipun candi ini berukuran lebih kecil, keindahan relief dan arsitekturnya tetap memukau. Lokasinya yang tenang membuat Candi Lumbung menjadi tempat yang tepat untuk menyepi dan menikmati suasana spiritual. Tiket masuk ke candi ini tidak dikenakan biaya.

 

8. Candi Pendem

Candi Pendem, yang terletak sekitar 27 km dari Kota Magelang, adalah candi Hindu yang sebagian besar masih terpendam di bawah tanah. Candi ini berada di Dusun Tlatar, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Tidak ada tiket masuk yang dikenakan untuk mengunjungi Candi Pendem.

Candi ini memiliki keunikan arsitektur dengan bentuk yang lebih kecil namun tetap mempertahankan detail ukiran yang indah. Candi Pendem diyakini sebagai tempat pemujaan bagi umat Hindu pada zaman dahulu dan terletak di dekat Candi Lumbung dan Candi Asu, menjadikannya bagian dari kompleks candi yang menarik untuk dikunjungi. 

9. Candi Asu Sengi

Candi Asu Sengi adalah candi Hindu yang ditemukan kembali setelah tertimbun oleh lahar Gunung Merapi. Candi ini terletak di Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, sekitar 24 km dari Kota Magelang.

Nama "Asu" berasal dari kata "anjing" dalam bahasa Jawa, karena ada patung yang menyerupai anjing di dekat candi ini. Candi ini memiliki ukuran yang cukup besar dan berdiri kokoh meskipun telah lama tertimbun oleh lahar.

Pengunjung dapat menikmati suasana yang sejuk dan asri, serta melihat pemandangan Gunung Merapi yang megah di kejauhan. Tidak ada tiket masuk untuk mengunjungi Candi Asu Sengi.

10. Candi Gunung Sari

Candi Gunung Sari terletak di lereng Gunung Sumbing, sekitar 35 km dari Kota Magelang. Candi Hindu ini berada di Dusun Gunung Sari, Desa Kecitran, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.

Candi ini adalah candi Hindu yang dibangun pada abad ke-9 dan didedikasikan untuk pemujaan Dewa Siwa. Lokasinya yang berada di ketinggian memberikan pemandangan yang menakjubkan, dengan hamparan alam yang hijau dan udara yang segar.

Candi Gunung Sari adalah tempat yang cocok untuk pengunjung yang ingin menjauh dari keramaian dan menikmati keindahan alam sekaligus menelusuri jejak sejarah. Tiket masuk ke Candi Gunung Sari juga tidak dikenakan biaya.

Magelang memang dikenal sebagai kota candi, dengan setiap candi memiliki cerita dan keunikan tersendiri. Kunjungan ke candi-candi ini tidak hanya menawarkan pengalaman spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memahami lebih dalam sejarah dan budaya Jawa.

Dengan suasana yang tenang dan pemandangan alam yang indah, candi-candi di Magelang akan membuat perjalanan Anda menjadi lebih berkesan. Jangan lupa untuk selalu menghormati dan menjaga kebersihan di setiap situs yang Anda kunjungi. (nik)

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#candi #magelang #wisata